TASIKMALAYA — Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menyemarakkan Hari Pramuka ke-65 dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan rangkaian kegiatan yang memadukan pembinaan generasi muda, keterampilan, serta kepedulian sosial.
Sejumlah agenda disiapkan dalam rangkaian peringatan tersebut. Di antaranya Upacara Hari Pramuka ke-65, Bumbung Amal Pramuka, Lomba Tingkat (LT) II Regu Penggalang, Malam Ulang Janji, hingga Gladi Terampil yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di Lapangan SMK YSB Suryalaya serta Kompleks Olahraga Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.
Upacara Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarran Pagerageung dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), di antaranya Kapolsek, Danramil, pengawas pendidikan TK/SD, MI dan SMP, Ketua KBKSP, Ketua PGRI, Ketua PGM, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, Kepala BPP, para andalan ranting, ketua Mabigus, pembina gugusdepan, Dewan Kerja Ranting (DKR), peserta LT II, serta anggota Pramuka golongan Penggalang, Penegak, dan Pandega.
Bertindak sebagai pembina upacara, Camat Pagerageung sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran), Nandang Heryana, membacakan sambutan resmi Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso.
Dalam amanat tersebut, tema Hari Pramuka ke-65, “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan,” menjadi momentum untuk meneguhkan peran Pramuka dalam mendukung program prioritas Asta Cita ke-2 Pemerintah Republik Indonesia, khususnya penguatan swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Swasembada pangan, kata Nandang saat membacakan amanat tersebut, tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas bercocok tanam. Lebih dari itu, diperlukan pendidikan keterampilan, pemanfaatan teknologi tepat guna, kewirausahaan, serta kepedulian terhadap lingkungan yang ditanamkan sejak usia dini.
Karena itu, Gerakan Pramuka dituntut untuk terus bertransformasi. Proses pendidikan kepramukaan tidak cukup berhenti pada prinsip learning by doing, tetapi berkembang menjadi learning, creating, and solving agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan perubahan iklim.
Di sisi lain, nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka diharapkan tetap menjadi fondasi moral bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai ancaman sosial, seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan atau bullying, penyebaran hoaks, hingga perjudian daring.
“Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, namun karakterlah yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan,” kata Nandang saat mengutip amanat Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka.
Momentum peringatan Hari Pramuka ke-65 di Pagerageung juga diwarnai aksi sosial melalui penyaluran santunan kepada puluhan anak yatim dan piatu. Santunan tersebut bersumber dari Bumbung Amal Pramuka yang dikumpulkan anggota Pramuka dari berbagai gugusdepan di wilayah Kwarran Pagerageung. Selain disalurkan untuk anak yatim/Piatu. Hasil bumbung ini juga akan dialokasikan untuk Bakti Masjid, Penataan Buper dan Stimulan pembina aktif sukwan.
Penyaluran santunan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Lomba Tingkat (LT) II Regu Penggalang SMP/MTs yang digelar pada 14–15 Agustus 2026.
Ketua Kwarran Pagerageung, Ade Dedi, mengatakan Bumbung Amal Pramuka merupakan bentuk nyata kepedulian sosial anggota Pramuka sekaligus implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan kepramukaan.
“Kegiatan santunan ini menjadi bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kepramukaan yang menanamkan sikap empati, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim dan piatu,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan tersebut sejalan dengan nilai Dasa Darma Pramuka, khususnya semangat cinta alam dan kasih sayang sesama manusia serta rela menolong dan tabah.
Melalui kegiatan sosial tersebut, anggota Pramuka tidak hanya didorong untuk memiliki kecakapan dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
Ade berharap, santunan yang diberikan dapat menjadi keberkahan bagi para anggota Pramuka yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui Bumbung Amal Pramuka.
“Semoga melalui penyaluran santunan kepada yatim piatu ini, bagi seluruh anggota Pramuka yang telah berinfak menjadi berkah kebaikan. Mudah-mudahan juga menjadi keberkahan bagi kemajuan Gerakan Pramuka dalam mempertahankan eksistensinya untuk membina dan mendidik karakter generasi bangsa,” pungkasnya.
Rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kwarran Pagerageung akan dipungkas dengan Gladi Terampil Regu Penggalang SD/MI yang dijadwalkan pada 27 Agustus 2026. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi anggota Pramuka untuk menguatkan karakter, keterampilan, kemandirian, dan kepedulian sosial.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































