Rejosari, 18 Agustus 2026 — Pagi itu, Posyandu Desa Rejosari terasa lebih ramai dari biasanya. Tawa anak-anak, sapaan hangat ibu-ibu, dan kesibukan para kader berpadu ketika KKN MIT ke-22 Posko 67 berkolaborasi dengan Posyandu Rejosari dalam kegiatan pelayanan kesehatan bagi balita dan lansia.
Sebanyak lima mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 67 ikut terjun langsung dalam kegiatan tersebut. Begitu tiba-tiba, suguhan hangat dari ibu-ibu Posyandu membuat suasana terasa akrab. Tidak butuh waktu lama untuk berbaur. Para siswa pun langsung berbagi tugas dan ikut membantu mengarahkan pelayanan.
Ada yang bertugas mengukur berat badan, ada yang mengukur tinggi badan, sementara yang lain membantu mengukur lingkar lengan dan lingkar kepala. Bayi dan balita pun ikut mendapatkan pemeriksaan tumbuh kembang. Setelah pemeriksaan selesai, anak-anak juga mendapatkan vitamin yang diberikan oleh petugas dengan penuh perhatian.
Yang menarik, anak-anak justru terlihat antusias mengikuti proses pemeriksaan. Ada yang penasaran ketika diukur, ada yang sibuk melihat timbangan, dan ada pula yang tetap ceria meski harus mengikuti beberapa tahapan pemeriksaan. Momen sederhana tersebut membuat kegiatan Posyandu terasa lebih hidup.
Tidak hanya balita, perhatian juga diberikan kepada para lansia melalui pemeriksaan gula darah dan kesehatan lainnya. Pemeriksaan ini menjadi hal yang sangat berarti bagi warga lanjut usia karena membantu mereka mengetahui dan memantau kondisi kesehatan secara berkala.
Salah seorang lansia mengungkapkan rasa terima kasihnya karena adanya pemeriksaan tersebut. Bagi mereka, kesempatan untuk melakukan pemeriksaan gula darah menjadi salah satu cara untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh dan mengetahui apakah ada hal yang perlu diwaspadai.
Bidan Hana mengatakan bahwa kegiatan Posyandu memiliki peran penting dalam membantu masyarakat menjaga kesehatan secara rutin, baik bagi balita maupun lansia.
“Posyandu itu bukan hanya soal datang, ditimbang, lalu selesai. Dari sini kita bisa melihat tumbuh kembang anak dan menyatukan kesehatan lansia. Jadi, masyarakat bisa lebih mengetahui kondisi kesehatannya dan tidak menunggu sampai ada keluhan baru melakukan pemeriksaan.” Pengungkapannya Bidan Hana
Bagi via, Mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 67, keterlibatan dalam kegiatan Posyandu menjadi pengalaman yang berkesan. Bukan hanya karena bisa membantu, tetapi juga karena dapat merasakan langsung hangatnya interaksi bersama warga.
Awalnya kami datang untuk membantu, tapi ternyata kami juga banyak belajar dari warga. Disapa dengan hangat oleh ibu-ibu, bisa bermain dan berinteraksi dengan anak-anak, sampai membantu memberikan vitamin, rasanya membuat kegiatan ini jauh lebih berarti. Dari sini kami sadar, kontribusi kecil pun bisa terasa dekat ketika dilakukan bersama masyarakat.” Pengungkapannya lewat, salah satu Mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 67
Kolaborasi KKN MIT ke-22 Posko 67 bersama Posyandu Rejosari menjadi pengalaman yang tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Kehadiran lima mahasiswa yang ikut terjun langsung menunjukkan bahwa kegiatan KKN bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang datang, berbaur, membantu, dan belajar bersama warga.
Dari anak-anak yang antusias melihat alat ukur hingga para lansia yang bersyukur bisa menyatukan gula darahnya, kegiatan ini menyimpan satu pesan sederhana yaitu menjaga kesehatan bisa dimulai dari langkah kecil, dan akan terasa lebih berarti ketika dilakukan bersama.
Penulis Noviana Salsabila
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































