BANJARNEGARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 057 Universitas Muhammadiyah Purwokerto melaksanakan kegiatan edukasi gizi seimbang sekaligus memperkenalkan inovasi pangan lokal berupa mochi ubi ungu dengan isian kacang hijau kepada ibu-ibu yang memiliki balita di Desa Sirukun, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di rumah Ibu Kader Mugiarti, Dusun Shampo, ini menjadi salah satu program KKN Kelompok 057 dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi anak serta mendukung upaya pencegahan stunting.
Program tersebut dilaksanakan oleh Rofi Akmal Muafi, Elya Alwaliyana, Wahyu Sulistyowati, Haidar Mukti Wibowo, Dini Tri Andani, Tri Cahyo Pamungkas, Indira Tri Hapsari, Laura Ayu Putri Henindra, Ratu Excelina Satriyo, Nur Radita Ayu Sejati, dan Resti Linda Septiawati, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang tergabung dalam KKN Kelompok 057 Desa Sirukun.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya gizi seimbang, pemenuhan kebutuhan gizi selama masa pertumbuhan, serta kaitannya dengan upaya pencegahan stunting. Setelah penyampaian materi, mahasiswa memperkenalkan mochi berbahan dasar ubi ungu dengan isian kacang hijau sebagai contoh pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi camilan yang menarik.
Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berkaitan dengan kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu panjang. Kondisi tersebut dapat terjadi terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut menjadi masa penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pengetahuan orang tua atau pengasuh mengenai pemenuhan kebutuhan gizi anak menjadi salah satu aspek penting. Pemahaman mengenai pemilihan makanan, pola asuh, serta pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak dapat mendukung proses pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, edukasi mengenai gizi seimbang menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.
Kenalkan Mochi Ubi Ungu Isi Kacang Hijau sebagai Inovasi Pangan Lokal
Selain memberikan edukasi mengenai gizi seimbang, mahasiswa KKN Kelompok 057 juga memperkenalkan mochi ubi ungu dengan isian kacang hijau sebagai salah satu contoh inovasi camilan berbasis pangan lokal.
Ubi ungu dipilih karena merupakan bahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis makanan. Ubi ungu memiliki kandungan serat, vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan seperti antosianin. Pemanfaatannya menjadi produk olahan juga dapat meningkatkan variasi konsumsi sekaligus memberikan nilai tambah terhadap bahan pangan lokal.
Sementara itu, kacang hijau digunakan sebagai bahan isian untuk memberikan variasi pada produk mochi. Kombinasi ubi ungu dan kacang hijau diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif camilan berbahan pangan lokal yang menarik bagi keluarga.
Melalui pengenalan produk tersebut, mahasiswa ingin memberikan contoh kepada masyarakat bahwa bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat diolah secara kreatif menjadi camilan yang lebih menarik.
Pengenalan mochi ubi ungu isi kacang hijau bukan dimaksudkan sebagai makanan tunggal yang secara langsung dapat mencegah stunting. Produk tersebut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif camilan yang dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan bergizi seimbang. Upaya pencegahan stunting tetap memerlukan pemenuhan gizi yang cukup, beragam, dan seimbang secara keseluruhan.
Peserta Antusias Mengikuti Kegiatan
Penyampaian materi dilakukan secara langsung dan dilanjutkan dengan sesi diskusi serta tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai pemenuhan kebutuhan gizi balita maupun pemilihan makanan yang dapat diberikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu yang memiliki balita memperhatikan materi yang disampaikan dan aktif mengikuti sesi tanya jawab. Ketika mochi ubi ungu isi kacang hijau diperkenalkan, peserta juga menunjukkan ketertarikan terhadap bahan dan bentuk olahan yang diberikan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Kami juga ingin menunjukkan bahwa bahan pangan lokal seperti ubi ungu dan kacang hijau dapat dimanfaatkan secara kreatif menjadi alternatif camilan yang menarik bagi keluarga,” ujar perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 057 Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai gizi seimbang, tetapi juga memberikan contoh nyata mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi olahan yang lebih menarik. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong para ibu untuk lebih kreatif dalam memilih dan mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 057 Universitas Muhammadiyah Purwokerto berharap pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pemilihan dan penyajian makanan yang bervariasi, bergizi, serta seimbang bagi keluarga.
Kegiatan edukasi gizi seimbang dan inovasi pangan lokal ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi anak sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Sirukun.
Penulis : KKN Kelompok 057 Desa Sirukun – Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Lokasi : Desa Sirukun, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara
Tanggal Kegiatan : 4 Agustus 2026
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































