Budaya membaca dan kemampuan memahami isi bacaan menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan literasi anak sejak usia sekolah dasar. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah, menyampaikan kembali, serta memberikan tanggapan terhadap informasi yang diperoleh dari bacaan. Melihat pentingnya kemampuan tersebut, mahasiswa KKN-T Literasi UNS 102 melaksanakan program kerja berupa Lomba Peningkatan Literasi bagi siswa sekolah dasar si Desa Gebang. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana untuk meningkatkan minat membaca, sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan kembali informasi yang telah mereka peroleh dari buku secara percaya diri dan kreatif. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa dan siswi kelas IV, V, dan VI sekolah dasar di Desa Gebang. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diajak untuk membaca buku. tetapi juga memahami isi bacaan dan mengomunikasikan kembali pemahamannya melalui kegiatan menceritakan kembali serta mengulas isi buku.
Rangkaian Lomba Peningkatan Literasi dimulai pada 27 Juli 2026 melalui kegiatan pembukaan sekaligus pembagian buku kepada peserta. Buku yang diberikan menjadi bahan bacaan yang digunakan siswa untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti perlombaan. Pada tahap awal, mahasiswa KKN-T Literasi UNS 102 memberikan arahan kepada siswa mengenai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan. Siswa kemudian diberikan kesempatan untuk membaca dan memahami isi buku yang telah diterima. Kegiatan membaca tidak hanya diarahkan agar siswa menyelesaikan bacaan, tetapi juga memahami berbagai unsur yang terdapat didalamnya. Siswa didorong untuk memperhatikan tokoh, alur cerita, informasi penting, pesan yang disampaikan, serta hal-hal menarik yang dapat mereka ceritakan kembali. Dengan demikian, buku tidak hanya menjadi bahan bacaan, tetapi juga menjadi media bagi siswa untuk belajar memahami informasi, mengembangkan pemikiran, dan menyampaikan pendapat.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada 30 Juli 2026 di Aula Desa Gebang. Pada kegiatan tersebut, siswa mengikuti lomba dengan menyampaikan kembali isi buku yang telah mereka baca. Dalam kegiatan menceritakan isi buku, siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan kembali cerita atau informasi yang diperoleh menggunakan bahasa mereka sendiri. Sementara itu, melalui kegiatan mengulas isi buku, siswa didorong untuk memberikan tanggapan dan pendapat terhadap bacaan yang telah mereka selesaikan. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa. Jika biasanya membaca dilakukan sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran di dalam kelas, melalui perlombaan siswa mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan pemahaman mereka di hadapan orang lain. Selain kemampuan memahami bacaan, kegiatan tersebut juga melatih keberanian siswa untuk berbicara di depan umum. Siswa belajar menyampaikan gagasan secara runtut, memilih informasi yang dianggap penting, serta mengungkapkan pendapat mengenai buku yang telah dibaca.
Antusiasme siswa terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Para peserta berusaha menyampaikan isi buku yang telah mereka baca dengan cara masing-masing. Ada siswa yang menceritakan kembali isi buku dengan gaya yang ekspresif, sementara siswa lainnya lebih menonjolkan kemampuan dalam memberikan ulasan dan menyampaikan pendapat terhadap bacaan. Bagi sebagian siswa, tampil di depan orang lain menjadi pengalaman yang cukup menantang. Namun, melalui kegiatan tersebut, mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenai rasa gugup sekaligus membangun kepercayaan diri.
Salah satu peserta, Abhiseva, menyampaikan rasa terima kasih atas terlaksananya kegiatan Lomba Peningkatan Literasi. Ia merasa senang dapat mengikuti kegiatan tersebut dan memperoleh pengalaman baru melalui perlombaan.
“Terima kasih sudah melaksanakan kegiatan ini. Saya senang bisa mengikuti kegiatan dan mendapatkan pengalaman baru melalui lomba literasi.”
Ucapan tersebut menjadi salah satu gambaran antusiasme siswa terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Melalui pengalaman membaca dan tampil di depan orang lain, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan literasi sekaligus keberanian dalam berkomunikasi.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari pihak sekolah. Salah satu guru menyampaikan bahwa Lomba Peningkatan Literasi merupakan kegiatan yang positif bagi siswa, khususnya dalam mendorong ketertarikan anak terhadap kegiatan membaca.
“Kegiatan ini sangat positif untuk anak-anak. Dengan adanya lomba seperti ini, siswa menjadi lebih tertarik untuk membaca dan dapat meningkatkan minat literasi mereka.”
Menurutnya, kegiatan literasi yang dikemas dalam bentuk perlombaan dapat menciptakan suasana yang lebih menarik bagi siswa. Selain meningkatkan ketertarikan terhadap buku, kegiatan juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan berbicara dan menyampaikan pemahaman terhadap bacaan.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilan, kegiatan dilanjutkan dengan penilaian dan pengumuman juara. Para pemenang mendapatkan piala, sertifikat, dan juga bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan partisipasi mereka dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Pemberian penghargaan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus mengembangkan kebiasaan membaca dan meningkatkan kemampuan literasi. Setiap siswa yang berani membaca, memahami isi buku, kemudian tampil untuk menceritakan dan mengulasnya telah memperoleh pengalaman belajar yang berharga. Keberanian untuk tampil, kemampuan menyampaikan gagasan, serta pengalaman berinteraksi dengan buku merupakan bagian penting dari proses penguatan literasi.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Literasi UNS 102 berharap kegiatan membaca tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Buku yang telah dibaca diharapkan dapat menjadi awal bagi siswa untuk semakin mengenal berbagai jenis bacaan dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Lomba Peningkatan Literasi juga menunjukkan bahwa kegiatan literasi dapat dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan siswa. Membaca, menceritakan, dan mengulas buku memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam memahami bacaan, bukan sekedar membaca tanpa menyampaikan kembali apa yang telah dipahami.
Pada akhirnya, peningkatan literasi bukan hanya tentang seberapa banyak buku yang berhasil dibaca, tetapi juga tentang seberapa jauh seseorang mampu memahami, mengolah, dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh. Melalui kegiatan sederhana seperti membaca, menceritakan, dan mengulas buku, siswa sekolah dasar di Desa Gebang diajak untuk mengenal bahwa setiap buku memiliki cerita, setiap bacaan memiliki pengetahuan, dan setiap anak memiliki kesempatan untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan, foto, gambar, ilustrasi, apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































