Desa Kemuningsari Kidul kembali diramaikan dengan aktivitas produktif antara warga dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif 071. Salah satu kegiatan menarik yang dilakukan adalah kolaborasi mahasiswa dengan pelaku UMKM lokal dalam proses produksi peyek—mulai dari pengemasan hingga pembuatan desain label produk.
UMKM peyek di desa ini memiliki kapasitas produksi yang cukup besar. Dalam satu hari, mereka bisa menghasilkan sekitar 2000 biji peyek atau 200 bendel, dengan penggunaan adonan sekitar 70 kg per hari. Untuk satu adonan seberat 25 kg, hasil maksimal yang bisa dicapai adalah 500 pcs peyek. Produk peyek ini tidak hanya dikemas dalam ukuran kecil siap edar, tetapi juga tersedia dalam kemasan besar menyesuaikan pesanan pembeli.
Yang membanggakan, label produk peyek ini kini tampil lebih segar dan menarik berkat sentuhan kreativitas dari mahasiswa KKN. Mereka secara khusus mendesain label kemasan peyek agar lebih informatif dan profesional, dengan menonjolkan identitas UMKM, komposisi bahan, izin produksi, dan logo halal yang telah dimiliki sejak tahun 2022. Proses desain dilakukan berdasarkan diskusi langsung antara mahasiswa dan pemilik usaha, agar hasilnya sesuai dengan karakter produk dan target pasar. Setelah proses desain selesai, mahasiswa juga turut serta dalam proses penempelan label ke setiap kemasan peyek. Selain itu, mereka membantu dalam pengemasan manual, pelipatan plastik, penyusunan dalam box, hingga persiapan distribusi. Kegiatan ini dilakukan bersama 10–15 orang pekerja yang setiap harinya terlibat dalam produksi.
Peyek produksi lokal ini telah tersebar luas ke berbagai wilayah, mencakup setidaknya 22 pasar tradisional seperti Ambulu, Wuluhan, Balung, Kasiyan, Semboro, Bangsalsari, Rambi, Mangli, Tanjung, Kepatihan, Arjasa, Wirolegi, hingga Kalisat. Tak hanya pasar harian, peyek ini juga dikenal di daerah wisata seperti Kemuning dan Watu Ulo, menunjukkan betapa besarnya potensi pasar yang dimiliki UMKM tersebut.
Kehadiran mahasiswa KKN menjadi angin segar bagi pelaku UMKM. Mereka tidak hanya membantu dari sisi teknis, tetapi juga memberi masukan kreatif yang mampu meningkatkan nilai jual produk. Label baru hasil desain mahasiswa pun disambut antusias oleh pemilik usaha, karena tampilannya yang lebih profesional dan mudah dikenali oleh konsumen. “Anak-anak KKN sangat membantu. Labelnya sekarang lebih bagus, warnanya cerah, dan lebih jelas informasinya. Kami jadi lebih percaya diri untuk memasarkan ke luar daerah,” ungkap salah satu pengelola UMKM dengan penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang manajemen usaha skala kecil, tetapi juga ikut berkontribusi langsung dalam mengembangkan potensi desa. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa dengan semangat gotong royong dan ide segar dari generasi muda, UMKM lokal bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































