WAKATOBI – Di pesisir Kabupaten Wakatobi, mahasiswa IPB turun langsung mendampingi masyarakat adat Desa Kabita Togo dalam mengembangkan budidaya perikanan terpadu. Kegiatan ini menjadi bagian dari proyek akhir yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian studi, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sejak awal kegiatan, mahasiswa IPB terlibat aktif dalam proses pemetaan potensi, koordinasi dengan pemerintah desa, pelatihan budidaya, hingga pembangunan sarana budidaya. Pendekatan ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga terlibat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan usaha budidaya.
Adhitya Wibisono mengatakan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini lahir dari keinginan untuk menghadirkan ilmu yang benar-benar bisa digunakan di lapangan. “Kami melihat masyarakat di Kabita Togo punya modal sosial yang kuat dan potensi laut yang sangat besar. Tantangannya tinggal bagaimana potensi itu bisa dikelola bersama secara lebih terarah,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini disusun agar masyarakat dapat belajar secara langsung melalui praktik. “Bagi kami, yang penting bukan hanya membangun fasilitasnya, tetapi juga membangun pemahamannya. Karena kalau masyarakat sudah paham prosesnya, mereka akan lebih siap untuk melanjutkan sendiri,” katanya.
Budidaya ikan kerapu menjadi salah satu fokus utama dalam program ini karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan sesuai dengan kondisi wilayah pesisir Wakatobi. Dengan sistem keramba jaring apung, masyarakat diperkenalkan pada model budidaya yang lebih terukur dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha bersama.
Selain pendampingan teknis, kegiatan ini juga menghasilkan dokumen penting seperti SOP budidaya, media pembelajaran, serta pembentukan kelompok budidaya perikanan. Kehadiran kelompok ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan masyarakat adat dalam mengelola usaha ekonomi kelautan secara lebih transparan dan berkelanjutan.
Melalui program ini, mahasiswa IPB menunjukkan bahwa karya akhir dapat menjadi ruang pengabdian yang berdampak langsung. Dari kampus ke pesisir, kegiatan ini menjadi contoh bagaimana ilmu, pendampingan, dan kebutuhan masyarakat bisa dipertemukan dalam satu program yang konkret.
Oleh: Adhitya Wibisono, Mahasiswa IPB University
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































