Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan berlari dengan sangat cepat dan mulai masuk ke berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Di lingkungan sekolah, AI sering kali dicurigai sebagai jalan pintas bagi siswa untuk berbuat curang. Padahal, teknologi ini justru menyimpan peluang luar biasa untuk mendukung proses belajar jika dipahami dan digunakan dengan benar. Berangkat dari urgensi literasi digital tersebut, Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menyelenggarakan sosialisasi interaktif bertajuk “Pemanfaatan AI secara Bijak dan Produktif” di SMAN 2 Palopo.
Artikel ilmiah populer ini ini disusun Oleh Rahmatia, mahasiswa Universitas Islam Negeri Palopo guna memenuhi tugas mata kuliah literasi informasi digital, yang diampu oleh dosen pengampu Muh. Yamin.,S.Pd., M.Pd. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa pesan akademis mengenai etika teknologi dapat dijabarkan secara komprehensif, terstruktur, namun tetap renyah dibaca oleh masyarakat awam.
Acara yang digelar di SMAN 2 Palopo ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Dipandu dengan riang dan komunikatif oleh Afriyanti S. Tallesang selaku Master of Ceremony (MC), suasana sosialisasi terasa cair sejak awal. Kegiatan kemudian dibuka dengan penuh khidmat melalui lantunan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Rahmatia, menenangkan suasana sebelum para peserta diajak menyelami pesatnya laju dunia digital.
Memasuki sesi inti, Mawardi Maulana tampil ke depan sebagai pemateri. Dengan gaya bahasa santai khas anak muda, ia mengajak para siswa SMAN 2 Palopo untuk membongkar stigma negatif tentang kecerdasan buatan. Menurutnya, AI bukanlah sekadar mesin penjawab soal instan, melainkan mitra belajar (learning companion) yang sangat berharga.
AI itu seperti seorang asisten digital pintar yang memiliki kecepatan membaca luar biasa, Asisten ini mampu membaca, menganalisis, dan mengelompokkan jutaan buku di seluruh dunia hanya dalam sekejap mata, lalu menyajikan rangkuman yang paling tepat saat kalian mengajukan pertanyaan kepadanya.
Mawardi memaparkan bahwa AI bisa difungsikan sebagai tutor pribadi 24 jam. Ketika siswa kesulitan memecahkan rumus fisika atau tata bahasa yang kompleks di malam hari, mereka tidak perlu merasa buntu atau menunggu esok hari untuk bertanya kepada guru. Selain itu, teknologi ini sangat ampuh dijadikan teman brainstorming untuk memicu kreativitas saat siswa sedang kehilangan ide (writer’s block) dalam mengerjakan proyek atau esai
tapi kadang kalau kita bertanya pada AI, jawabannya itu kelihatannya meyakinkan banget, padahal pas kita cek ternyata salah. AI memang bisa saja salah atau memberikan informasi keliru, yang biasa disebut hallucination. Makanya, kita wajib selalu melakukan cek silang (cross-check) informasi dari AI dengan buku sekolah atau penjelasan langsung dari guru.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi etika akademik. Menyalin langsung (copy-paste) tulisan AI dan mengklaimnya sebagai karya sendiri adalah bentuk plagiarisme digital. AI seharusnya hanya dipakai untuk menyusun kerangka berpikir atau mencari inspirasi, sementara eksekusi penulisannya harus tetap menggunakan gaya bahasa sendiri. Untuk mendapatkan jawaban AI yang maksimal dan tidak bertele-tele, Mawardi juga membagikan formula bertanya (prompting) yang efektif: tentukan Peran (Role), berikan Tugas (Task) yang jelas, dan tentukan Format Output yang diinginkan.
Di penghujung acara, sebuah pesan penting ditanamkan di benak para pelajar. Kecerdasan buatan secanggih apa pun tetaplah sebuah alat yang membutuhkan sentuhan empati, kreativitas, dan penilaian moral manusia.
“AI tidak akan menggantikan peran manusia seutuhnya. Namun, individu yang mampu menguasai dan memanfaatkan AI dengan bijak, merekalah yang akan menggantikan orang-orang yang memilih untuk tidak mau belajar menguasainya,” tutup Mawardi. Pernyataan itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan.
Melalui inisiatif sosialisasi dari UIN Palopo ini, tergambar jelas bahwa dengan pendekatan dan literasi yang tepat, teknologi kecerdasan buatan bukanlah musuh yang harus ditakuti, melainkan kawan andal untuk menunjang prestasi di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































