JAKARTA, 24 MEI 2026 – Memasuki musim Praktek Kerja Lapangan (PKL), banyak siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya rumpun Bisnis dan Pemasaran yang dihadapkan pada tantangan psikologis terbesar dalam dunia kerja: penolakan. Baik ditolak saat mengajukan proposal magang di perusahaan impian, maupun penolakan langsung dari konsumen saat mereka melakukan praktik penjualan riil seperti live commerce.
Merespons fenomena ini, Ahmad Madani, Praktisi Penjualan, Pemasaran & Vokasi sekaligus Sekretaris Jenderal Komunitas Sales Indonesia (KOMISI), menekankan pentingnya pembekalan mental tangguh (growth mindset) dan strategi taktis agar siswa SMK tidak mudah patah semangat dan mampu mengubah penolakan menjadi peluang keberhasilan.
Menurut Ahmad Madani, penolakan adalah “makanan sehari-hari” dalam ekosistem sales dan bisnis. Namun, bagi seorang siswa SMK yang baru pertama kali terjun ke dunia industri, penolakan bisa menjadi momok yang menurunkan rasa percaya diri mereka secara drastis jika tidak disikapi dengan pemahaman yang benar.
“Dalam dunia sales modern dan aktivitas live commerce, interaksi terjadi secara instan dan dinamis. Ketika siswa menawarkan produk atau mengajukan diri untuk PKL lalu ditolak, itu bukan berarti mereka gagal secara personal. Penolakan adalah data dan feedback berharga untuk memperbaiki strategi komunikasi berikutnya,” ungkap Ahmad Madani, yang juga merupakan Co-founder Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI).
Guna membantu siswa SMK melewati fase krusial ini, Ahmad Madani merumuskan beberapa langkah taktis yang bisa diajarkan oleh guru produktif dan dipraktikkan langsung oleh siswa:
Melakukan Kalibrasi Mindset (Shifting Perspektif): Siswa harus diajarkan hukum rata-rata (Law of Averages) dalam dunia penjualan. Setiap kata “Tidak” yang diterima sebenarnya membawa mereka selangkah lebih dekat dengan kata “Ya”.
Menguasai Seni Handling Objections (Menangani Penolakan): Di era live commerce di mana penolakan penonton bisa terlihat di kolom komentar secara langsung, siswa perlu dilatih merespons penolakan dengan elegan, tenang, dan solutif, bukan secara defensif atau baper (bawa perasaan).
Evaluasi Formula Penawaran (Hook & Value): Jika penolakan terjadi berulang kali, siswa diajak untuk mengevaluasi kembali portofolio, cara menyapa (hook), hingga kejelasan nilai (value proposition) yang mereka tawarkan kepada perusahaan tempat PKL maupun kepada calon pembeli.
Membangun Ketahanan Mental Melalui Simulasi: Sekolah harus menciptakan ruang kelas yang aman bagi siswa untuk melakukan roleplay (simulasi) penolakan secara berulang sebelum mereka benar-benar diterjunkan ke industri.
Ahmad Madani berharap, melalui sinergi antara guru di sekolah dan mentor di tempat magang, kegiatan PKL tidak hanya sekadar menjadi syarat kelulusan formalitas belaka. Lebih dari itu, PKL harus menjadi kawah candradimuka untuk mencetak lulusan SMK yang berkarakter kuat, adaptif, dan siap menjadi motor penggerak industri digital Indonesia.
“Lulusan SMK yang paling dicari industri saat ini bukan mereka yang tidak pernah gagal, melainkan mereka yang memiliki kemampuan untuk bangkit kembali dengan cepat (bounce back ability) setiap kali menghadapi penolakan di lapangan,” pungkas Ahmad.
Tentang Ahmad Madani: Ahmad Madani adalah seorang Praktisi Penjualan, Pemasaran & Vokasi Sekretaris Jenderal KOMISI (Komunitas Sales Indonesia), Co-founder AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia), dan Juri Nasional LKS (Lomba Kompetensi Siswa) bidang Pemasaran. Sebagai Narasumber Vokasi Indonesia yang telah berkolaborasi dengan lebih dari 400 SMK di seluruh tanah air, ia berkomitmen menjembatani kompetensi siswa sekolah vokasi dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Tulisan, refleksi, dan panduan taktisnya dapat diakses secara berkala melalui platform ahmadmadani.id.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































