Dalam sebuah organisasi, manusia jadi bagian paling penting karena semua kegiatan organisasi dijalankan oleh manusia itu sendiri. Tapi sekarang masih banyak organisasi atau lingkungan kerja yang terlalu fokus sama target dan hasil akhir sampai lupa menghargai anggotanya. Akibatnya, banyak orang merasa tertekan, capek, dan kehilangan semangat saat menjalani pekerjaan atau kegiatan organisasi.
Di era modern seperti sekarang, perkembangan teknologi memang bikin pekerjaan jadi lebih cepat dan praktis. Tapi karena semuanya dituntut serba cepat, banyak organisasi jadi berharap anggotanya bisa terus produktif tanpa melihat kondisi mereka. Padahal manusia jelas berbeda dengan mesin yang bisa terus bekerja tanpa rasa lelah.
Hal seperti ini sering terlihat, baik di lingkungan kerja maupun organisasi kampus. Kadang ada anggota yang terus diberi tugas tanpa diajak diskusi atau pendapatnya tidak pernah didengar. Ada juga atasan yang terlalu menekan anggotanya dengan alasan supaya kerja lebih maksimal. Padahal kalau terus diberi tekanan, seseorang justru bisa kehilangan semangat dan merasa tidak nyaman berada di dalam organisasi.
Contohnya bisa dilihat dari banyaknya orang yang memilih keluar dari pekerjaan atau organisasi karena lingkungannya toxic. Banyak yang menganggap mereka malas atau tidak kuat bekerja, padahal sebenarnya mereka cuma lelah menghadapi tekanan dan lingkungan yang tidak sehat. Apalagi sekarang banyak generasi muda yang mulai lebih peduli sama kesehatan mental dan kenyamanan kerja dibanding hanya mengejar jabatan atau gaji.
Menurut kami, salah satu masalah yang sering terjadi dalam organisasi maupun dunia kerja adalah ketika manusia hanya dianggap sebagai alat untuk mencapai target. Anggota hanya dilihat dari hasil kerja, bukan sebagai pribadi yang punya perasaan, pikiran, dan kebutuhan untuk dihargai. Padahal keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya karena sistem atau aturan yang bagus, tetapi juga karena adanya manusia yang bekerja di dalamnya.
Menghargai anggota sebenarnya bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana, seperti mendengarkan masukan, memberikan apresiasi atas usaha mereka, tidak merendahkan kesalahan, serta membangun komunikasi yang baik. Sikap seperti ini bisa membuat lingkungan organisasi menjadi lebih sehat dan nyaman untuk semua anggota.
Karena itu, menurut kami organisasi yang baik bukan cuma organisasi yang berhasil mencapai target, tapi juga organisasi yang mampu melihat anggotanya sebagai manusia, bukan sekadar alat kerja. Sebab pada akhirnya, manusia yang merasa dihargai biasanya akan memberikan kontribusi terbaiknya dengan lebih tulus dan bertanggung jawab.
Ditulis oleh Mahasiswa Universitas Pamulang Program studi Manajemen, Kelompok 5:
St. Zahra Pebrianingsih, Zamroni Abadi, Nico Rifhai Ramadhan, Muh Ziedan Arrofif, Muhammad Azhani
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































