Buku ini didedikasikan untuk orang orang yang nggak memahami makna produktivitas. Kita mungkin nggak memahami makna produktivitas secara tepat karena harus membandingkan pencapaian kita dengan orang lain. Kita memandang bahwa orang orang kaya berhasil karena terus bergerak.
Padahal setiap oran memiliki latar belakang, kemampuan, dan tujuan yang berbeda. Sadarilah bahwa kamu nggak perlu jadi orang lain. Langkah langkah kecil yang terukur dan mudah dicapai jauh lebih baik daripada langkah besar yang sulit diraih. Bekerjalah sedikit saja tapi produktif. Melihat orang lain yang bekerja keras siang malam sering membuat kita ikut ikut mencari kesibukan, padahal sudah jelas bahwa setiap orang memiliki tujuannya masing masing tidak harus selalu sama.
Jika kamu melihat temanmu sibuk maka biarkan dia melakukan aktivitasnya sedankan kamu lakukan apa yang sedang kamu lakukan. Bekerja dengan jam kerja yang seringkali nggak punya batas dan nggak mengenal waktu, membuat kita menjadi wokaholic. Seringkali kepentingan pekerjaan menjadi peran utama dalam hidup sehingga kita melupakan yang lain.
“Data menunjukkan bahwa orang yan mengatakan mereka sangat sibuk umumnya keliru. Kenapa? Sebagian jawabannya adalah ekonomi” (hlm 104). penulis menjelaskan bahwa seiring peningkatan ekonomi dan peningkatanpendapatan kaum yang berkecukupan, waktu terasa lebih bernilai.
Kesibukan yang tiada habisnya ini faktor utamanya adalah ekonomi. Pikiran tentang kesibukan itu irasional. Kesibukan telah menjadi indikator ketinggian status, orang yang sibuk biasanya akan dianggap sebagai orang penting padahal kesibukan hanya presepsi bukan tolak ukur seberapa sukses kita.
Kerja sedikit dapatnya banyak adalah judul buku yang mengajarkan kita bahwa kerja keras itu perlu tapi secukupnya saja, sedikit sedikit tapi produktif. Buku ini mengajarkan kita apa itu sibuk yang sebenarnya sang penulis berpendapat bahwa sibuk adalah mitos, “Sibuk adalah bentuk lain dari kemalasan” (hlm 1) kutipan dari dalam buku menyadarkan kita bahwa kita tidak benar benar tau apa arti sibuk, seringkali hanya menjadi alasan yang disengaja untuk menghindari sesuatu atau seseorang. Dengan membaca buku ini saya menjadi paham apa itu sibuk yang sebenarnya.
Banyak kata kata motivasi dan juga contoh yang relevan dalam buku ini. Selain itu penulis juga memberikan tips dan strategi bagaimana agar kita bisa produktif tanpa overwok. Ini sangat membantu kita yang kesulitan memulai hidup yang produktif tata bahasanya pun mudah dimengerti.
Penulis juga menyertakan bukti disetiap asumsinya, selain itu juga ada contoh peristiwa yang membuat kita bisa mengimajinasikan bagaimana kondisi saat itu. Dengan cover buku yang menarik dan terkesan menggemaskan saya yakin ini menjadi salah satu daya tarik remaja untuk membaca buku ini, buku karya Maria christina selalu memiliki cover yang menarik dengan gambar full color menarik perhatian siapapun yang melihatnya. Pembatas buku yang tebal serta kualitas cetakan yang bagus menambah nilai plus pada buku ini.
Banyak bahasa asing yang sulit dimengerti, pembahasan buku yang cenderung monoton membuat saya bosan. Menurut saya orang yang pemalas tidak dianjurkan membaca baca buku ini karna bisa jadi akan membuat semakin malas. Pembahasan di dalamnya cenderung memotifasi kita untuk tidak bekerja keras, berbeda dari buku buku lain yang memotivasi kita agar bekerja semakin giat. Meskipun sebenarnya penulis ingin memotivasi agar hidup menjadi produktif dan kita bisa membagi waktu untuk banyak hal tidak hanya bekerja saja.
Penulis mengambil kisah elon musk yang bekerja 100 jam per pekan agar dia bisa sukses. Lalu penulis mengatakan bahwa berkerja gilagilaan memiliki banyak dampak buruk baik untuk fisik dan mental, sedangkan seorang Elon Musk jika tidak bekerja keras 100 jam per pekan tanpa mengambil cuti, mungkin dia tak akan pernah menjadi Elon Musk yang kita kenal. Banyak dicantumkan kisah kisah inspiratif dari para tokoh terkenal yang sukses, mereka bekerja keras bahkan rela tidak mengambil cuti untuk berlibur dengan keluarga untuk mencapai keinginannya. buku ini cocok untuk kalian yang gila kerja, hidup hanya untuk bekerja tidak ada cuti dan tidak bisa mengatur waktu untuk beristirahat.
Jadi sangat bermanfaat bagi kalian agar mengetahui bagaimana cara memulai untuk bekerja sewajarnya saja dan memperhatikan kesehatan fisik dan mental supaya nggak asal sibuk tapi produktif. Selain itu juga memotivasi kita bahwa hidup produktif sangat penting, tubuh kita juga membutuhkan istirahat dan otak kita membutuhkan liburan agar badan tetap sehat dan tidak menjadi stress sehingga kita bisa mengerjakan pekerjaan lebih baik.
Judul : Kerja Sedikit Dapatnya Banyak
Nama penulis : Maria Christina
Penerbit : Solusi Multi Digital, Yogyakarta
Tahun terbit : 2023
Tebal buku : x + 178 halaman
Ukuran : 13,5 X 20 cm
Jenis kertas : book paper
Harga buku : Rp.59.000
Arifa Wahyuning Putri
Program Studi Peternakan/Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































