TULUNGAGUNG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Kelompok 25 melaksanakan program sosialisasi dan demonstrasi Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) berbasis akuaponik serta pembuatan Probiotik berbahan molase di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (11/07/2026). Program ini merupakan bagian dari implementasi konsep Smart Urban Farming berbasis Circular Economy yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.
Kegiatan dilaksanakan di Desa Beji dengan melibatkan mahasiswa KKN, pemerintah desa, serta masyarakat sebagai peserta utama. Pelaksanaan diawali dengan penyampaian materi mengenai konsep Budikdamber dan manfaat probiotik dalam budidaya ikan, dilanjutkan demonstrasi pembuatan probiotik menggunakan molase hasil pengolahan tebu, kemudian praktik penyusunan media Budikdamber menggunakan galon plastik bekas sebagai wadah budidaya. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai penerapan teknologi tersebut agar dapat diaplikasikan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk kegiatan produksi pangan serta belum optimalnya pengelolaan limbah anorganik dan limbah cair molase di Desa Beji. Padahal, galon plastik bekas masih layak dimanfaatkan sebagai media budidaya ikan, sedangkan molase memiliki potensi sebagai bahan baku probiotik yang mampu meningkatkan kualitas air, membantu pertumbuhan ikan, serta mengurangi biaya budidaya. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN menghadirkan solusi yang sederhana, mudah diterapkan, dan sesuai dengan potensi lokal masyarakat.
Inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini mengintegrasikan pemanfaatan limbah anorganik, limbah pertanian, dan sistem akuaponik dalam satu rangkaian Teknologi Tepat Guna (TTG). Galon plastik bekas dimanfaatkan sebagai wadah Budikdamber, sedangkan limbah molase difermentasi menjadi probiotik yang diaplikasikan pada media budidaya ikan. Penggunaan probiotik berfungsi membantu menjaga kualitas air, meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang menguntungkan, serta mendukung pertumbuhan ikan sehingga proses budidaya menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.
Implementasi inovasi dilakukan melalui metode sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung bersama masyarakat sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam merakit Budikdamber dan membuat probiotik secara mandiri. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan limbah sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah melalui penerapan konsep circular economy.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan pekarangan rumah secara lebih produktif, meningkatkan ketersediaan pangan keluarga, serta mengurangi timbulan limbah melalui pemanfaatan kembali galon plastik bekas dan molase. Selain memberikan manfaat bagi sektor perikanan, kegiatan ini juga mendukung terwujudnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta pencapaian SDGs, khususnya SDGs 2 (Zero Hunger), SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production).
Oleh: KKN Kelompok 25 PSDKU Universitas Brawijaya Kediri
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































