Bekasi — Universitas Dian Nusantara kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan di Pesantren Quantum IDE, yang berlokasi di Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperluas wawasan masyarakat, khususnya generasi muda pesantren, terhadap perkembangan teknologi yang semakin relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Pada kegiatan tersebut, tim dari Universitas Dian Nusantara memberikan pemaparan materi dasar mengenai Internet of Things (IoT), sebuah konsep teknologi yang memungkinkan berbagai perangkat saling terhubung melalui internet untuk melakukan pemantauan dan pengendalian secara otomatis maupun jarak jauh. Materi ini dipilih karena IoT merupakan salah satu teknologi yang saat ini berkembang sangat pesat dan memiliki potensi besar untuk diterapkan di berbagai bidang, baik dalam lingkungan rumah tangga, pendidikan, pesantren, hingga sektor industri.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dihadiri oleh para santri, pengurus pesantren, serta mahasiswa dan dosen-dosen dari Universitas Dian Nusantara. Kehadiran berbagai pihak tersebut menciptakan suasana interaktif dan penuh antusiasme, terutama ketika peserta mulai memahami bahwa teknologi IoT bukan hanya sesuatu yang digunakan di perusahaan besar, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Dalam sesi pemaparan materi, peserta diperkenalkan pada konsep dasar IoT, mulai dari pengertian, cara kerja, hingga manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan teknologi tersebut. Tim pemateri menjelaskan bahwa IoT pada dasarnya menghubungkan perangkat fisik dengan sensor, sistem kontrol, dan jaringan internet sehingga data dari perangkat tersebut dapat dipantau secara real time. Selain itu, perangkat juga dapat dikendalikan dari jarak jauh sesuai kebutuhan pengguna.
Agar materi lebih mudah dipahami, tim pengabdian masyarakat memberikan contoh-contoh penerapan IoT yang dekat dengan lingkungan pesantren. Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengontrolan dan monitoring lampu. Dengan memanfaatkan IoT, lampu-lampu di lingkungan pesantren dapat dinyalakan atau dimatikan secara otomatis maupun melalui kendali jarak jauh. Sistem ini tentu dapat membantu efisiensi penggunaan listrik, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung pengelolaan fasilitas pesantren yang lebih modern.

Contoh lain yang juga menarik perhatian peserta adalah monitoring dan pengontrolan tandon air. Dalam penerapan ini, IoT dapat digunakan untuk memantau ketinggian air di dalam tandon serta mengontrol pompa air secara otomatis. Melalui sistem tersebut, pengurus pesantren dapat mengetahui kondisi persediaan air dengan lebih mudah, sehingga risiko kekurangan air atau meluapnya tandon dapat diminimalkan. Penerapan sederhana seperti ini dinilai sangat relevan karena menyentuh kebutuhan dasar yang memang ditemui di lingkungan pesantren sehari-hari.
Tidak hanya membahas penerapan di lingkungan pesantren, tim Universitas Dian Nusantara juga memperluas wawasan peserta dengan memberikan contoh implementasi IoT di dunia industri. Salah satu contoh yang dipaparkan adalah pengontrolan dan monitoring tangki minyak pada perusahaan minyak sawit. Dalam sistem industri, penggunaan IoT memungkinkan perusahaan untuk memantau volume, suhu, dan kondisi tangki minyak secara terus-menerus. Dengan demikian, proses operasional dapat berlangsung lebih efisien, aman, dan terukur. Contoh ini menunjukkan bahwa teknologi IoT memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari kebutuhan sederhana di lingkungan pendidikan hingga kebutuhan kompleks pada dunia industri.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan alat-alat yang menerapkan IoT. Pada sesi ini, peserta dapat melihat secara langsung contoh perangkat yang dirancang untuk menjalankan fungsi monitoring dan kontrol berbasis internet. Penampilan alat ini menjadi bagian penting dari kegiatan, karena peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana IoT diterapkan dalam bentuk perangkat dan sistem kerja yang sebenarnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para santri dan pengurus pesantren aktif menyimak penjelasan, mengamati demonstrasi alat, serta berdiskusi mengenai kemungkinan penerapan teknologi serupa di lingkungan mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar teknologi di kalangan santri, sekaligus membuka wawasan bahwa pesantren juga memiliki peluang besar untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi modern.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Universitas Dian Nusantara tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga berupaya membangun semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai dan karakter dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang seiring kemajuan teknologi, tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai yang dimiliki.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa teknologi seperti IoT dapat dikenalkan secara sederhana, aplikatif, dan kontekstual kepada masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, pemanfaatan teknologi di lingkungan pesantren diharapkan mampu mendukung efisiensi, kemandirian, dan kesiapan menghadapi tantangan era digital. Universitas Dian Nusantara pun berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi dalam memberdayakan masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































