Artikel kegiatan sosialisasi yang bertajuk “ Peningkatan Literasi AI bagi Siswa dalam Menggunakan Teknologi Digital secara Bijak dan Produktif ” di SMKN 6 Palopo ini disusun Oleh Isnawati, mahasiswa Universitas Islam Negeri Palopo guna memenuhi tugas mata kuliah literasi informasi digital, yang diampu oleh dosen pengampu Muh. Yamin.,S.Pd., M.Pd.
Perkembangan teknologi digital saat ini melesat dengan sangat pesat, ditandai dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang mulai masif digunakan di berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Merespons fenomena tersebut, mahasiswa UIN Palopo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “ Peningkatan Literasi AI bagi Siswa dalam Menggunakan Teknologi Digital secara Bijak dan Produktif ” di SMKN 6 Palopo. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh temuan di lapangan bahwa masih banyak siswa yang menggunakan teknologi tanpa benar-benar memahami batasan manfaat serta risikonya.
Acara sosialisasi ini dipandu secara interaktif oleh Dina Angraeni selaku Master of Ceremony (MC), yang berhasil membangun suasana diskusi menjadi lebih terarah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembacaan doa yang dipimpin oleh Isnawati, agar pemaparan materi dapat berjalan lancar dan esensinya dapat diserap dengan baik oleh para peserta. Kesuksesan operasional acara ini juga tidak lepas dari persiapan teknis yang matang oleh tim perlengkapan, yakni Ananda, Nur Linda, dan Lilis. Sementara itu, dokumentasi kegiatan dicatat secara komprehensif melalui lensa kamera Reski Ana dan Reyhan Sabil.
Memasuki sesi materi utama, Fauzan selaku pemateri membedah konsep dasar literasi digital. Ia menegaskan bahwa literasi digital tidak sebatas pada kemampuan teknis mengoperasikan gadget atau internet semata. Secara konseptual, literasi digital adalah kemampuan kognitif seseorang dalam menggunakan teknologi untuk mencari, memahami, mengevaluasi, membuat, dan menyebarkan informasi secara cerdas dan bertanggung jawab.
Tujuan esensial dari literasi ini adalah untuk mempermudah proses belajar, meningkatkan kapabilitas penggunaan teknologi, membantu memilah informasi yang benar, serta mendorong penggunaan media digital ke arah yang positif. Fauzan juga memaparkan contoh praktis, seperti memanfaatkan internet untuk mencari literatur pelajaran, menggunakan aplikasi pembelajaran online , dan menjaga etika berkomunikasi di media sosial.
Fokus pembahasan kemudian beralih pada penerapan Artificial Intelligence . Fauzan mendefinisikan AI sebagai teknologi yang dikembangkan untuk memungkinkan komputer meniru kemampuan analitis manusia, seperti berpikir, belajar, memproses bahasa, hingga menyelesaikan masalah. AI dirancang khusus untuk membantu manusia agar dapat melakukan berbagai pekerjaan dengan jauh lebih efisien.
Dalam konteks akademis, keberadaan AI membawa banyak dampak positif yang signifikan. AI dapat dioptimalkan untuk mencari informasi, menyusun rangkuman materi, serta membantu menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Jika digunakan dengan tepat, teknologi ini mampu mengubah proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Lebih jauh lagi, keterlibatan AI dapat memicu siswa untuk memperoleh ide-ide baru, mendorong kemandirian belajar, serta mematangkan keterampilan digital mereka untuk menghadapi tantangan era modern. AI secara praktis dapat menjadi alat bantu yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Meski menawarkan banyak efisiensi, Fauzan juga memberikan peringatan tegas mengenai dampak negatif AI jika tidak dibarengi dengan kebijaksanaan. Penggunaan AI yang berlebihan dapat menciptakan efek ketergantungan pada teknologi, yang pada gilirannya dapat menurunkan daya berpikir kritis serta kreativitas asli siswa.
Isu krusial lainnya adalah potensi penyalahgunaan AI untuk menyalin tugas secara instan atau melakukan tindakan plagiarisme. Di samping itu, terdapat ancaman penyebaran hoaks, mengingat tidak semua output informasi yang dihasilkan oleh AI dijamin akurasinya. Oleh karena itu, mahasiswa dan siswa ditekankan untuk selalu memvalidasi dan memeriksa kembali keabsahan sumber informasi yang mereka kutip.
Sebagai resolusi, Fauzan memberikan beberapa rekomendasi dan tips penggunaan teknologi digital yang produktif. Siswa diimbau untuk selalu menyeleksi sumber informasi agar tetap kredibel, membatasi screen-time atau penggunaan gadget agar tidak mengganggu aktivitas fisik, serta menggunakan platform digital dengan penuh tanggung jawab.
Di penghujung acara, ditarik sebuah kesimpulan utama. literasi digital dan AI adalah dua instrumen yang tak bisa diabaikan oleh siswa saat ini. Literasi digital berfungsi sebagai filter untuk mengelola informasi secara bijak, sementara AI berperan sebagai katalisator yang mempercepat dan mempermudah proses belajar. Mengakhiri sesinya, Fauzan menutup pemaparan dengan pesan penutup yang menjadi benang merah kegiatan ini ” _Gunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan berkembang”.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































