TASIKMALAYA — Tradisi pengabdian sosial yang telah berlangsung hampir setengah abad kembali digelar Pondok Pesantren Srahtarjuningrahyu di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Kaaffah Tasikmalaya, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren tersebut kembali menyelenggarakan Khitanan Berjamaah ke-47 pada Kamis, 28 Mei 2026, bertepatan dengan 11 Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Kegiatan tahunan yang sarat nilai sosial dan keagamaan itu diikuti sedikitnya 50 anak dari berbagai daerah di Kabupaten Tasikmalaya, bahkan dari luar daerah seperti Ciamis, Garut, Bogor hingga Tangerang.
Ketua Pelaksana, H. Rijal Delon, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan khitanan berjamaah terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, jumlah peserta kerap melebihi kapasitas yang tersedia.
“Respon masyarakat sangat tinggi. Setiap tahun peserta selalu membludak, bahkan sekarang bisa dikatakan sudah go Jabar,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pelayanan kesehatan, tetapi juga bagian dari syiar sosial keagamaan yang terus dijaga pesantren sejak 1979. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih besar agar seluruh masyarakat yang ingin mengikuti program tersebut dapat terakomodasi.
Pada kesempatan itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat, Drs. H. Yod Mintaraga, MPA atau yang akrab disapa Kang Yod, turut hadir meninjau langsung pelaksanaan khitanan.
Dalam sambutannya Ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar pesantren dan panitia yang dinilai istiqamah menjaga tradisi ibadah sosial tersebut selama puluhan tahun.
“Saya pernah belajar di pesantren ini pada tahun 1959. Saya bangga karena Ponpes Srahtarjuningrahyu tetap konsisten menyelenggarakan khitanan berjamaah setiap bulan Dzulhijjah. Ini bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat,” katanya.
Sebagai wakil rakyat di DPRD Jawa Barat, Kang Yod juga mengaku siap memberikan dukungan sesuai kapasitasnya demi keberlanjutan kegiatan sosial tersebut. Ia juga menyinggung pentingnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sebagai bagian dari kontribusi pembangunan daerah, termasuk untuk mendukung pengembangan pendidikan pesantren dan pelayanan publik.
Selain itu, Kang Yod juga menyoroti pentingnya percepatan pengembangan wilayah Tasikmalaya Utara melalui kebijakan daerah otonomi baru demi pemerataan pembangunan dan kemudahan layanan masyarakat.
Sementara itu, sambutan Bupati Tasikmalaya yang disampaikan Asisten Daerah II Setda Kabupaten Tasikmalaya, Asep Gunadi, menyampaikan salam dari bapak Bupati dan apresiasi pemerintah daerah atas konsistensi pesantren dalam melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar pesantren yang terus istiqamah melaksanakan kegiatan sosial melalui khitanan berjamaah,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan doa bagi seluruh peserta khitan agar menjadi anak-anak saleh, sehat, dan kelak menjadi generasi penerus yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga mengakui masih menghadapi keterbatasan fiskal. Meski demikian, pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas melalui optimalisasi pendapatan daerah, termasuk dari sektor pajak.
Pengurus Yayasan Islam Kaaffah, Prof. Dr. Anton Athoillah yang juga Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menjelaskan istilah “berjamaah” dalam kegiatan khitanan tersebut memiliki makna sosial dan spiritual yang mendalam.
Menurutnya, peserta khitan tidak hanya berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi juga dari keluarga mampu yang ingin memperoleh keberkahan dan nilai ibadah dari semangat kebersamaan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian pesantren kepada masyarakat. Nilai berjamaah di sini bukan hanya dalam pelaksanaannya, tetapi juga dalam semangat ukhuwah dan ibadahnya,” katanya.
Sejak pertama kali digelar pada 1979, khitanan berjamaah di Ponpes Srahtarjuningrahyu telah mengkhitan hampir 2.350 anak. Kegiatan itu secara konsisten dilaksanakan setiap momentum Hari Tasyrik di bulan Dzulhijjah.
Rangkaian acara semakin semarak dengan digelarnya pawai anak khitan dan Tabligh Akbar Walimatul Khitan yang menghadirkan mubaligh Dr. H. Dede Rodin, Lc., M.Ag., dosen UIN Walisongo Semarang sekaligus alumni pesantren tersebut.
Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan keutamaan bulan Dzulhijjah serta keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh ketaatan dan keikhlasan.
Sejumlah alumni pesantren yang kini berkiprah di dunia politik turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Banten, H. Ahmad Jazuli Abdillah, serta anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Fraksi PKS, H. Dedy Zulharman.
Mereka mengaku bangga dapat kembali hadir sebagai bagian dari keluarga besar Ponpes Srahtarjuningrahyu yang dinilai terus konsisten berkontribusi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.
Seluruh rangkaian Khitanan Berjamaah ke-47 tahun 2026 berlangsung lancar dan khidmat. Proses khitan ditangani langsung tenaga medis profesional dari Klinik Khitan Alghani, sebelum akhirnya kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Dr. A. Sahir, yang juga alumni Ponpes Srahtarjuningrahyu.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


































































