Tasikmalaya Kab– Guna memperkuat struktur organisasi Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya, Kak H. Roni Ahmad Sakhroni resmi melantik dan mengukuhkan badan kelengkapan yang meliputi Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), serta Majelis Pembimbing Saka Kencana, Rabu (8/7/2026), di Aula Dasa Darma Gedung Pramuka Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam pelantikan tersebut Kak Khifayati Nursetiana yang juga Istri Wakil Bupati Tasikmalaya menjadi Kepala Puslitbang Kwarcab Kabupaten Tasikmalaya masa bakti 2026-2030.
Pasca dilantik Kak Khifayati dalam sambutannya menegaskan bahwa Puslitbang merupakan salah satu elemen strategis sebagai “ujung tombak” dalam mendukung kemajuan Gerakan Pramuka di Kabupaten Tasikmalaya.
Menurutnya, Puslitbang memiliki tugas utama menyusun kajian ilmiah mengenai metode pembinaan kepramukaan yang efektif dan relevan, menyajikan data kepramukaan yang akurat dan reliabel, serta memastikan setiap program yang dijalankan Kwarcab disusun berdasarkan bukti dan data yang valid, bukan sekadar asumsi.
“Dengan pendekatan berbasis riset dan data, Puslitbang diharapkan menjadi motor penggerak agar Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya tetap adaptif, inovatif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan perkembangan zaman menuntut Gerakan Pramuka untuk memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai aspek pembinaan. Digitalisasi, menurutnya, dapat diwujudkan melalui integrasi aplikasi kepramukaan, platform pembelajaran digital (e-learning), hingga pemanfaatan teknologi virtual sebagai media pembelajaran yang lebih menarik bagi generasi muda.

Selain itu, Puslitbang juga akan mengembangkan sistem pengelolaan data anggota secara terpadu, mulai dari data keanggotaan, prestasi, hingga riwayat pendidikan dan pelatihan. Data tersebut akan dianalisis sebagai dasar penyusunan program, evaluasi, serta pengembangan inovasi kepramukaan sehingga setiap kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan berbasis data.
Khifayati menilai langkah tersebut sejalan dengan semangat pembangunan karakter yang diusung melalui nilai-nilai Gapura Panca Waluya.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan untuk memimpin Puslitbang Kwarcab Kabupaten Tasikmalaya.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar kita bersama dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berjiwa Pancasila. Mari jadikan momentum ini sebagai pemacu semangat untuk terus berkarya, membina kaum muda, dan menjadikan Pramuka sebagai garda terdepan dalam pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya, H. Roni Ahmad Sakhroni, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus badan kelengkapan yang telah dilantik. Ia menyebut pengukuhan tersebut menjadi langkah awal memperkuat organisasi setelah dirinya dipercaya memimpin Kwarcab Kabupaten Tasikmalaya.
Roni menegaskan, Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya harus mampu menyelaraskan program kerja dengan arah pembangunan daerah, termasuk mendukung RPJMD Kabupaten Tasikmalaya, program Tasik Hejo, rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya, Karnaval Batik pada 24 Juli mendatang, Jambore Nasional, serta Lomba Tingkat (LT) III.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kwarcab telah mengusulkan kepada Bupati Tasikmalaya agar setiap tanggal 14 aparatur sipil negara (ASN) dan para pelajar mengenakan seragam Pramuka sebagai bentuk penguatan identitas dan budaya kepramukaan di daerah.
Menurut Roni, keberadaan 27 Kampung Pramuka yang telah terbentuk menjadi modal penting untuk mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya sebagai Kabupaten Pramuka.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi, terutama meningkatnya ketergantungan terhadap gawai di kalangan generasi muda.
“Pramuka harus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, edukatif, dan mampu meminimalkan dampak negatif teknologi. Pembentukan karakter harus terus diperkuat,” ujarnya.
Roni menambahkan, karakter seorang Pramuka harus dibangun di atas tiga nilai utama, yakni etika, etos kerja, dan jiwa korsa.
Pelantikan dan pengukuhan badan kelengkapan Kwarcab berlangsung khidmat dan diikuti peserta dengan antusias. Kegiatan turut dimeriahkan penampilan seni tari jaipongan serta pencak silat. Pada kesempatan tersebut, Ketua Kwarcab Kabupaten Tasikmalaya juga meresmikan Sanggar Tunas Brajamusti sebagai wadah pembinaan seni dan budaya di lingkungan Gerakan Pramuka Kabupaten Tasikmalaya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































