Gresik, 8 Juli 2026 – M. Chevio Rayaputra bersama mahasiswa Kelompok KKN Reguler 6 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan alat spinner peniris minyak kepada UMKM Latansa di Desa Kemangi, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penerapan Teknologi Tepat Guna untuk membantu mengatasi permasalahan dalam proses produksi kerupuk. Sebelumnya, proses penirisan minyak setelah penggorengan masih dilakukan secara manual menggunakan saringan dan wadah sederhana. Proses tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan masih menyisakan minyak pada permukaan kerupuk.
Alat spinner peniris minyak bekerja menggunakan prinsip gaya sentrifugal. Kerupuk yang telah selesai digoreng terlebih dahulu ditiriskan menggunakan saringan. Selanjutnya, kerupuk dimasukkan ke dalam tabung spinner untuk mengurangi minyak yang masih menempel pada produk.
Berdasarkan hasil uji coba, penirisan menggunakan saringan manual menghasilkan minyak sebanyak kurang lebih 90 ml. Setelah dilanjutkan menggunakan alat spinner, minyak yang berhasil ditiriskan bertambah hingga sekitar 125 ml. Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat spinner mampu membantu mengurangi minyak yang masih tertinggal setelah proses penirisan manual.
Penggunaan alat spinner juga membuat proses penirisan menjadi lebih cepat dan maksimal. Kerupuk yang dihasilkan menjadi lebih sedikit mengandung minyak, lebih renyah, serta memiliki tampilan yang lebih bersih dan menarik.
Selain melakukan demonstrasi penggunaan alat, M. Chevio Rayaputra bersama kelompok KKN juga memberikan penjelasan mengenai komponen alat, prosedur pengoperasian, keselamatan penggunaan, proses pembersihan, serta perawatan alat setelah digunakan.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman mitra, kegiatan dilengkapi dengan pelaksanaan pretest dan posttest. Hasil pretest menunjukkan sebanyak lima jawaban “Ya” dan lima jawaban “Tidak”. Setelah sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan, hasil posttest meningkat menjadi sembilan jawaban “Ya” dan satu jawaban “Tidak”. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra mengenai fungsi, penggunaan, dan perawatan alat spinner peniris minyak.
Melalui kegiatan ini, M. Chevio Rayaputra dan Kelompok KKN Reguler 6 berharap alat spinner peniris minyak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh UMKM Latansa. Penggunaan alat tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, menjaga kualitas kerupuk, serta mendukung perkembangan usaha masyarakat di Desa Kemangi.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dapat memberikan manfaat nyata. Teknologi Tepat Guna tidak harus berbentuk teknologi yang rumit dan mahal, tetapi dapat berupa alat sederhana yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas produk UMKM.
#KKNReguler6 #KKNUntagSurabaya #UntagSurabaya #TeknologiTepatGuna #SpinnerPenirisMinyak #UMKMLatansa #DesaKemangi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































