GRESIK, 9 Juli 2026 — Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Penerapan Teknologi Insect Light Trap sebagai Upaya Pengendalian Hama Serangga pada Lahan Persawahan.” Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (9/7) di Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ini bertujuan memperkenalkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Insect Light Trap sebagai alternatif pengendalian hama serangga yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berada di bawah supervisi Muchammad Rizal, S.Psi., M.Psi. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Selama pelaksanaan program, beliau memberikan arahan, pendampingan, serta evaluasi agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani di Desa Lasem.
Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Sub Kelompok 5 yang terdiri atas Figo Zulkarnain Al Azizi (NBI 1432300131) dari Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik; Dianizar El Ghifary (NBI 1212300025) dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis; Eryy Setyawati (NBI 1442300077) dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik; serta Sinta Isya Nabila (NBI 1512300203) dari Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi. Kolaborasi lintas disiplin ilmu tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi yang inovatif sekaligus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sebelum pelaksanaan program, tim melakukan observasi dan berdiskusi dengan kelompok tani untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani. Hasilnya menunjukkan bahwa serangan hama serangga masih menjadi salah satu penyebab menurunnya produktivitas padi, sementara penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan biaya produksi.
Sebagai solusi, tim memperkenalkan Insect Light Trap, yaitu perangkap hama berbasis cahaya LED yang bekerja dengan menarik serangga pada malam hari untuk kemudian ditampung dalam wadah penangkap. Teknologi ini dinilai mudah dibuat, mudah dioperasikan, memiliki biaya operasional yang rendah, serta dapat menjadi alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.
Selain penyampaian materi mengenai pengendalian hama terpadu, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi perakitan alat, praktik pemasangan di lahan persawahan, serta pendampingan penggunaan dan perawatan Insect Light Trap. Melalui kegiatan tersebut, kelompok tani tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik agar mampu menerapkan teknologi tersebut secara mandiri.
Program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani dalam memanfaatkan teknologi sederhana sebagai alternatif ramah lingkungan untuk pengendalian hama, mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, serta mendukung peningkatan hasil pertanian melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Dosen Pembimbing Lapangan, Muchammad Rizal, S.Psi., M.Psi., mengapresiasi antusiasme masyarakat selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat merupakan sarana bagi perguruan tinggi untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi sarana mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang aplikatif. Teknologi Insect Light Trap merupakan inovasi sederhana yang dapat dimanfaatkan petani untuk mendukung pengendalian hama secara lebih ramah lingkungan sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan mitra sekaligus perangkat Desa Lasem. Ia menilai program yang dilaksanakan mahasiswa UNTAG Surabaya memberikan manfaat yang nyata bagi kelompok tani karena menawarkan solusi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lasem. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan teknologi Insect Light Trap sangat sesuai dengan kebutuhan petani di desa kami. Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai salah satu alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan sehingga produktivitas pertanian masyarakat terus meningkat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana menggunakan teknologi yang sesuai untuk mengontrol hama, serta pengalaman langsung dalam merakit, memasang, menjalankan, dan merawat Insect Light Trap. Selain menghasilkan hasil berupa penerapan Teknologi Tepat Guna, aktivitas ini juga memperkuat kerjasama antara universitas, pemerintah desa, dan kelompok tani untuk mendukung kemajuan sektor pertanian yang lebih inovatif, produktif, dan berkelanjutan.
Ke depannya, UNTAG Surabaya berharap bahwa program Pengabdian kepada Masyarakat ini bisa menjadi langkah awal dalam mendorong pemakaian teknologi tepat guna secara lebih luas dalam dunia pertanian. Dengan adanya kerjasama yang berkelanjutan antara universitas, pemerintah desa, dan masyarakat, inovasi seperti Insect Light Trap diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani, mengurangi efek buruk dari penggunaan pestisida kimia, serta mendukung terciptanya sistem pertanian yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































