SAROLANGUN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu indikator kemandirian fiskal suatu daerah. Semakin besar kontribusi PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), semakin besar pula kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan tanpa bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sarolangun perlu mengembangkan sumber-sumber PAD yang bersifat produktif dan berkelanjutan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membangun rumah susun sebagai aset daerah yang tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan melalui sistem sewa. Apabila dikelola secara profesional, pendapatan dari sewa rumah susun dapat menjadi salah satu sumber PAD yang terus mengalir setiap tahun. Dengan demikian, rumah susun tidak hanya menjadi proyek pembangunan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pemerintah daerah.
Namun, pembangunan rumah susun bukan tanpa tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan bangunan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga tingkat hunian tetap tinggi. Selain itu, pemerintah daerah juga harus mampu mengelola aset secara transparan, mulai dari penetapan tarif sewa, pemungutan pembayaran, hingga pemeliharaan bangunan. Pengelolaan yang kurang baik dapat menyebabkan aset tidak produktif, biaya operasional meningkat, dan tujuan peningkatan PAD tidak tercapai.
Menurut saya, strategi peningkatan PAD tidak cukup hanya dengan membangun aset baru, tetapi harus diiringi dengan tata kelola aset yang baik. Pemerintah Kabupaten Sarolangun perlu menerapkan sistem pengelolaan yang profesional, memanfaatkan teknologi digital dalam pembayaran sewa, melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja aset, serta memastikan setiap aset daerah memberikan manfaat ekonomi yang optimal. Selain itu, pemerintah perlu melakukan kajian kelayakan sebelum pembangunan agar rumah susun dibangun di lokasi yang memiliki kebutuhan hunian tinggi dan memiliki potensi memberikan pendapatan yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, pembangunan rumah susun dapat menjadi salah satu strategi inovatif untuk meningkatkan PAD Kabupaten Sarolangun apabila direncanakan dan dikelola dengan baik. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan, tetapi juga dari kemampuan aset tersebut menghasilkan pendapatan yang kembali ke kas daerah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang efektif, rumah susun dapat menjadi contoh bahwa pembangunan infrastruktur mampu mendorong kemandirian keuangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Oleh: Duta Rafina, Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Nurdin Hamzah Kota Jambi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































