GRESIK – Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat (PkM) Untag R26 Surabaya menggelar pelatihan dan pendampingan inovasi pengolahan hasil tambak di Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini menyasar tiga produk olahan bernilai tambah, yaitu sambal udang, sambal mujair suwir, serta kaldu bubuk berbahan kepala dan kulit udang.
Kegiatan dilaksanakan oleh tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan pemerintah Desa Raci Kulon dan mitra setempat, sesuai jadwal program pengabdian yang telah ditetapkan sebelumnya. Pelatihan ini melibatkan kelompok pengolah hasil perikanan, pelaku UMKM, ibu-ibu PKK, serta petambak yang dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan usaha olahan hasil tambak di desa tersebut. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara mengolah udang dan ikan mujair menjadi produk siap konsumsi. Selain sambal udang dan sambal mujair suwir, tim juga memperkenalkan inovasi kaldu bubuk yang memanfaatkan kepala dan kulit udang, bagian yang selama ini kerap dibuang sebagai limbah. Ketiga produk tersebut dikemas agar memiliki nilai jual dan siap dipasarkan.
Tim pelaksana menjelaskan bahwa produk-produk ini diterapkan sebagai inovasi usaha berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan hasil tambak dan limbah perikanan menjadi produk siap konsumsi bernilai ekonomi lebih tinggi. Produk tersebut diharapkan dapat dipasarkan sebagai produk unggulan UMKM Desa Raci Kulon. Masyarakat dan mitra menyambut positif kegiatan ini. Warga menilai pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pengolahan hasil tambak sekaligus menambah variasi produk yang selama ini masih terbatas. Sementara itu, mitra menilai program ini membuka peluang peningkatan pendapatan melalui produk dengan nilai jual lebih tinggi dibandingkan penjualan hasil tambak dalam bentuk mentah.
Desa Raci Kulon dipilih sebagai lokasi kegiatan karena wilayah ini memiliki potensi tambak udang dan ikan mujair yang cukup besar, namun selama ini hasil tambak tersebut umumnya hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga jual yang relatif rendah. Bagian kepala dan kulit udang, yang jumlahnya cukup banyak dari sisa produksi, juga belum dimanfaatkan secara optimal dan kerap berakhir sebagai limbah. Pelatihan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari sosialisasi program kepada warga dan mitra, dilanjutkan dengan demonstrasi cara mengolah bahan baku, hingga praktik langsung pembuatan produk oleh peserta didampingi tim pelaksana. Pada sesi pembuatan sambal, peserta diajarkan teknik pengolahan udang dan ikan mujair suwir dengan bumbu khas agar memiliki cita rasa yang konsisten dan tahan lama. Sementara pada sesi pembuatan kaldu bubuk, peserta dilatih mengolah kepala dan kulit udang melalui proses pengeringan dan penghalusan sehingga menghasilkan bubuk kaldu alami yang siap digunakan sebagai penyedap masakan.
Selain praktik produksi, tim pelaksana juga memberikan pendampingan terkait pengemasan produk agar tampilan lebih menarik dan layak jual, termasuk pemberian label sederhana pada setiap kemasan. Pendampingan ini bertujuan mempersiapkan peserta agar produk yang dihasilkan tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga siap dipasarkan secara lebih luas. Koordinator tim pelaksana menyampaikan bahwa antusiasme peserta selama pelatihan cukup tinggi, terlihat dari keaktifan warga dalam setiap sesi praktik. “Warga sangat antusias, terutama saat sesi pembuatan kaldu bubuk karena mereka baru menyadari bahwa limbah kepala dan kulit udang selama ini ternyata bisa diolah menjadi produk bernilai jual,” ujar koordinator tim pelaksana.
Salah satu peserta dari kelompok ibu-ibu PKK turut mengapresiasi kegiatan ini karena dianggap memberikan keterampilan baru yang bisa langsung diterapkan. Ia berharap pelatihan semacam ini dapat berlanjut dengan pendampingan pemasaran agar produk yang dihasilkan benar-benar bisa dipasarkan secara berkelanjutan. Tim PkM Untag R26 Surabaya berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Raci Kulon untuk mengembangkan usaha olahan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Ke depan, tim pelaksana berencana melakukan pendampingan lanjutan yang berfokus pada aspek pemasaran dan perluasan jaringan distribusi, sehingga produk olahan hasil tambak Desa Raci Kulon dapat dikenal lebih luas dan menjadi produk unggulan UMKM di Kabupaten Gresik.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































