Gresik, 13 Juli 2026 GRESIK – Sekelompok mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (UNTAG) menyerahkan dan mendemonstrasikan teknologi tepat guna berupa alat pemilah sampah dan alat pres botol plastik otomatis kepada SLB Muhammadiyah Golokan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Jl. Raya Golokan No. 16, Desa Golokan.
Program tersebut dijalankan oleh tim mahasiswa lintas program studi, yakni Kelvin Mukti Mawarda (Teknik Mesin), Akram Detian Putra (Teknik Industri), Dicky Febrian (Teknik Elektro), dan Keinda Syaffanah R (Teknik Sipil), di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Naufal Abdillah, S.Kom., M.Kom.
Sebelum merancang alat, tim lebih dulu melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan pihak sekolah. Dari proses tersebut, ditemukan bahwa pengelolaan sampah di lokasi mitra masih menghadapi kendala, terutama sampah yang belum terpilah berdasarkan jenisnya serta botol plastik bekas yang disimpan dalam kondisi utuh sehingga memakan banyak ruang dan meningkatkan frekuensi pengangkutan.
Menjawab persoalan itu, tim merancang alat pemilah sampah untuk memisahkan sampah organik dan anorganik agar lebih mudah dikelola dan bernilai ekonomis, serta alat pres botol plastik otomatis yang berfungsi mengecilkan volume botol plastik sebelum disimpan. Dengan volume yang lebih kecil, kapasitas penyimpanan menjadi lebih optimal dan biaya operasional pengelolaan sampah dapat ditekan.
Kegiatan berlangsung secara bertahap, mulai dari pemaparan materi tentang pentingnya pemilahan sampah, pengenalan fungsi alat, demonstrasi pengoperasian, hingga praktik langsung oleh guru dan siswa dengan pendampingan tim mahasiswa. Sesi diskusi dan tanya jawab turut digelar agar mitra benar-benar memahami cara kerja dan perawatan alat.
Dosen Pembimbing Lapangan, Naufal Abdillah, S.Kom., M.Kom., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mengidentifikasi persoalan mitra terlebih dahulu sebelum merancang solusi. Ia berharap program tidak berhenti pada penyerahan alat, melainkan berlanjut melalui pendampingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan mitra.
Perwakilan tim, Akram Detian Putra, menjelaskan bahwa perancangan alat dilakukan berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan mitra. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Ia berharap alat yang telah diserahkan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Kepala SLB Muhammadiyah Golokan, Mat Wahib, S.Pd, mengaku terbantu dengan kehadiran alat pemilah sampah tersebut. Ia berharap persoalan sampah di sekolahnya dapat dikelola secara lebih efisien berkat bantuan alat ini.
Tim pengabdian masyarakat berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi mitra dan masyarakat Desa Golokan, sekaligus menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara UNTAG Surabaya dengan masyarakat desa dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis teknologi tepat guna.
Oleh: Kelvin Mukti Mawarda, Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































