TRENGGALEK – Guna memecahkan masalah tata kelola dan anjloknya harga komoditas saat panen raya, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang diketuai oleh Wirya Wardaya, S.E., M.Sc., merumuskan ulang model bisnis simplisia bio-farmaka di Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Langkah strategis ini diawali dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 20 Juni lalu, yang mempertemukan para petani jahe dan pengelola fasilitas pengeringan Solar Dome Dryer Bumdesma Sari Bumi.
Permasalahan di tingkat hulu menjadi temuan utama dalam diskusi tersebut. Meski rata-rata petani di Pule telah berpengalaman 11 hingga 15 tahun menggarap lahan seluas setengah hingga satu hektare dengan kapasitas produksi 2-4 ton per musim, kelembagaan kelompok tani mereka sempat “melemah dan tidak laku”. Hal ini dipicu oleh ketidakmampuan pengurus terdahulu dalam melindungi petani dari fluktuasi harga dan minimnya serapan pasar. Akibatnya, modal kepercayaan yang menjadi fondasi utama kerja kolektif perlahan terkikis dan perlu dibangun ulang. Terlebih, pendampingan dari program desa dirasa masih minim dan belum menyentuh kebutuhan riil para petani.

Kondisi tersebut diperparah dengan tren harga jahe basah yang kerap anjlok tajam saat panen raya pada bulan Juni-Juli. Harga yang normalnya berkisar Rp14.000–Rp18.000 per kilogram, bisa terjun bebas ke angka Rp3.000–Rp4.000 per kilogram. Pola musiman ini sangat menekan petani individual yang tidak memiliki kapasitas penyimpanan maupun akses pasar alternatif. Ironisnya, unit pengolahan Solar Dome yang diharapkan menjadi penyangga pasokan justru memiliki sejumlah kerentanan manajerial. Saat ini, posisi tawar Bumdesma masih lemah karena hanya bergantung pada satu mitra pembeli dominan dengan skema pembayaran mundur. Selain itu, optimalisasi teknologi terhambat oleh komponen peniup udara (blower) yang rusak, pembagian kerja masih serba informal tanpa struktur baku, dan pendampingan dinas terkait masih sebatas meminta laporan administratif tanpa bimbingan teknis pemasaran.
Merespons berbagai titik lemah tersebut, tim FEB UPN “Veteran” Jatim memformulasikan sejumlah langkah penguatan kelembagaan. Solusi tersebut mencakup dorongan untuk melakukan diversifikasi mitra pemasaran agar Bumdesma tidak bergantung pada satu pembeli (offtaker), serta perlunya perawatan dan investasi alat pengering agar solar dome beroperasi maksimal sepanjang tahun. Lebih jauh, tim juga merekomendasikan penataan tata kelola dan pembagian peran yang baku di internal pengelola, serta inisiasi hilirisasi produk menjadi jahe bubuk instan yang bisa dikombinasikan dengan komoditas lokal lain seperti temulawak dan kunyit. Tim juga mendorong agar pendampingan dari pemerintah bergeser menjadi bimbingan teknis yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, penguatan arsitektur bisnis ini bukan sekadar soal perbaikan alat, melainkan upaya sistematis merangkai ekosistem antara petani, pengelola, pasar, dan pemerintah desa. Melalui pendampingan ini, tim pengabdian UPN “Veteran” Jatim memberikan kontribusi nyata dalam penyediaan solusi manajerial terapan yang selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Tujuan 1 tentang Pengentasan Kemiskinan. Melalui tata kelola yang tangguh dan model bisnis yang adaptif, Bumdesma Sari Bumi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas bio-farmaka sekaligus mengangkat kesejahteraan petani jahe di Trenggalek secara berkelanjutan.
(Penulis: Brilliani Raras Sakapuspa, S.E., M.SE., Bunayya Fathia Sabil, Muhamad Ilham Arrasyid, dan Vivi Raysavitri adalah Dosen dan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Jawa Timur)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































