MAJALENGKA – Polemik kualitas proyek Jalan Munjul-Ciandeu yang ramai diperbincangkan di media sosial akhirnya mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Majalengka. Di tengah sorotan publik terkait munculnya retakan pada jalan yang baru selesai dihotmix, Komisi III DPRD turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM, SH, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (04/06/2026) menyusul beredarnya unggahan warga yang menyebut ruas Jalan Munjul-Ciandeu mengalami retakan hanya beberapa hari setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.
Unggahan yang viral di media sosial itu memicu pertanyaan publik mengenai kualitas proyek yang dibiayai dari anggaran pemerintah. Sejumlah warga mempertanyakan penyebab munculnya retakan pada jalan yang masih tergolong baru dan berharap ada penjelasan serta tindak lanjut dari pihak terkait.
Hasil sidak menunjukkan adanya retakan rambut di beberapa titik yang sebagian telah dilakukan penanganan. Namun, Komisi III juga menemukan bagian aspal yang mulai terkelupas di kawasan Ciandeu. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar apabila tidak segera diperbaiki.
“Kerusakan kecil harus segera ditangani. Jika dibiarkan, faktor cuaca dan beban kendaraan dapat mempercepat kerusakan jalan,” ujar Iing usai melakukan pengecekan lapangan.
Menurutnya, secara visual kondisi jalan memang terlihat cukup baik. Namun dari hasil pengamatan di lapangan ditemukan sejumlah titik yang memerlukan perhatian teknis lebih lanjut. Salah satunya terkait lapisan aspal yang dinilai terlalu tipis sehingga rentan mengalami pengelupasan saat menerima beban kendaraan secara terus-menerus.
Di media sosial, berkembang berbagai analisis mengenai kemungkinan penyebab retakan tersebut, mulai dari kondisi pondasi yang kurang padat, suhu hotmix saat penghamparan, proses pemadatan yang tidak optimal hingga komposisi campuran aspal. Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui kajian teknis dari pihak yang berwenang.
Komisi III menegaskan bahwa setiap kesimpulan harus didasarkan pada fakta dan hasil pemeriksaan teknis, bukan semata-mata opini yang berkembang di ruang digital. Meski begitu, laporan masyarakat dinilai sangat penting sebagai bagian dari pengawasan publik terhadap proyek pembangunan daerah.
Selain menyoroti kondisi jalan, Komisi III juga mengingatkan agar seluruh proyek pembangunan tahun anggaran 2026 dilaksanakan secara profesional dan tidak mengorbankan kualitas demi mengejar target volume pekerjaan.
Menurut DPRD, tantangan pembangunan saat ini semakin kompleks akibat kenaikan harga material konstruksi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pelaksanaan proyek apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat. Namun, kualitas pekerjaan tetap harus menjadi prioritas utama karena anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat.
“Jangan sampai yang dikejar hanya volume pekerjaan. Kualitas harus menjadi prioritas karena ini menyangkut kepentingan masyarakat dan uang rakyat,” tegas Iing.
Temuan di Jalan Munjul-Ciandeu sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada pelaksana proyek, tetapi juga memerlukan pengawasan dari DPRD, pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Majalengka di bawah kepemimpinan Bupati Majalengka telah mengusung visi “Majalengka Langkung SAE” sebagai arah pembangunan daerah. Visi tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan semata, melainkan harus diwujudkan bersama melalui pembangunan yang berkualitas, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Semangat “Langkung SAE” harus tercermin dalam setiap proyek yang dikerjakan, setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan, dan setiap hasil pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, pelaksana proyek, dan masyarakat, cita-cita menghadirkan infrastruktur yang kuat, aman, dan berkelanjutan bagi Majalengka diyakini dapat terwujud secara nyata. ** (Agit)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































