Pandeglang — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 52 sukses melaksanakan salah satu program unggulan mereka di Desa Cimanis, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Program tersebut berupa pemasangan lampu penerangan tenaga surya (solar cell) di sejumlah titik strategis desa yang selama ini mengalami keterbatasan pencahayaan, terutama di jalan desa dan fasilitas umum.
Permasalahan pencahayaan menjadi isu yang cukup dirasakan oleh masyarakat Desa Cimanis. Minimnya penerangan jalan membuat warga merasa kurang nyaman ketika harus beraktivitas pada malam hari. Tidak jarang, kondisi tersebut juga menimbulkan rasa khawatir terhadap keamanan lingkungan. Ditambah lagi dengan seringnya terjadi pemadaman listrik, membuat masyarakat semakin kesulitan dalam mendapatkan penerangan yang memadai.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 52 berinisiatif menghadirkan solusi melalui penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan memanfaatkan energi terbarukan berupa lampu tenaga surya. Teknologi ini dinilai tepat karena tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat bekerja secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan listrik PLN. Dengan memanfaatkan sinar matahari di siang hari, lampu-lampu tersebut dapat menyala otomatis pada malam hari, sehingga memberikan penerangan yang berkelanjutan bagi warga.
Ketua Kelompok 52 menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan masyarakat desa. “Kami melihat bahwa pencahayaan menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting. Melalui program ini, kami berharap masyarakat Desa Cimanis bisa merasakan manfaat langsung berupa lingkungan yang lebih terang, aman, dan nyaman,” ungkapnya.
Warga Desa Cimanis menyambut baik program tersebut. Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya lampu tenaga surya ini. Jalan yang sebelumnya gelap kini sudah lebih terang, anak-anak bisa pulang mengaji dengan aman, dan warga tidak lagi merasa was-was saat beraktivitas malam hari,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Selain memberikan manfaat langsung berupa penerangan, program ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih mengenal pentingnya energi terbarukan yang ramah lingkungan. Mahasiswa KKM Kelompok 52 berharap bahwa program ini tidak hanya bermanfaat selama masa KKM berlangsung, tetapi juga dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, mahasiswa Universitas Bina Bangsa membuktikan bahwa keberadaan KKM bukan hanya sebatas memenuhi kewajiban akademik, melainkan juga sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di masyarakat. Program penerangan tenaga surya di Desa Cimanis menjadi bukti bahwa kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat dapat melahirkan manfaat yang besar bagi kehidupan bersama.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































