SIDOARJO – Minggu, 7 Juni 2026 sekelompok mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi edukatif. Kegiatan yang berfokus pada moderasi beragama dan literasi digital ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK Rt 04 Rw 03, yang berlokasi di Jalan Berbek 3E, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari pemenuhan tugas Project Based Learning (PBL), di bawah bimbingan dosen Pendidikan Agama, Budi Prasetyo Margono, S.Pd.I., M.Pd., proyek ini digerakkan oleh kelompok mahasiswa yang beranggotakan 10 orang, yaitu Dwi Sari Ma’rifat, Mohammad Rifki Bagas Pratama, Annisa Shafa Nuridha, Alia Shabrina Salsabilla, Bintang Dani Pratama, El-zahra Anindya Althofunnisa’, Adelia Syifa Bunga Nirwana, Rasya Alfatoni, Rasya Putra Ramudya, dan Reina Sulistyani Arifin.
Acara dibuka dengan khidmat melalui sesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh hadirin, Setelah itu acara dilanjutkan dengan sesi sambutan yang diberikan oleh Ketua PKK, lalu dilanjut sambutan dari Bintang Dani Pratama selaku Ketua Pelaksana kegiatan yang mewakili para mahasiswa.
Memasuki sesi inti, mahasiswa mempresentasikan materi utama yang mengangkat tema tajam bertajuk “Jempolmu Harimaumu: Menjadi Muslimah Cerdas dan Bijak Bermedia Sosial”. Pemaparan materi dibawakan oleh Rasya Alfatoni, kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi kedua oleh El-zahra.
Dalam pemaparannya, para mahasiswa menjelaskan definisi hoaks, yakni informasi palsu atau fakta yang diplintir guna mencapai tujuan tertentu. Sebagai tindakan preventif, mahasiswa memperlihatkan contoh-contoh kejahatan siber yang marak beredar melalui pesan WhatsApp, salah satunya adalah penipuan berkedok file aplikasi (APK), surat tilang kepolisian hingga undangan pernikahan digital.
Edukasi ini dinilai sangat relevan karena kaum ibu kerap menjadi sasaran empuk penyebaran hoaks yang sering kali dirancang untuk memancing emosi serta memanfaatkan rasa empati mereka terhadap keluarga. Contohnya seperti kejadian yang dialami salah satu ibu PKK “saya waktu itu ditawari motor harga enam ratus ribu, langsung saya transfer, ndak taunya itu penipuan” ujar Nanik
Melalui kacamata moderasi beragama, mahasiswa mengajak para peserta untuk mengamalkan panduan Islam dalam menghadapi derasnya arus informasi. Para ibu-ibu PKK diingatkan untuk mengedepankan sikap kritis dan kehati-hatian dalam menerima berita (Tabayyun), sebagaimana yang diamanatkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat Ayat 6. Selain itu para ibu-ibu PKK juga diajak untuk menjaga persaudaraan di dunia maya dengan cara menjauhi prasangka buruk, ghibah, serta fitnah. Para mahasiswa juga menanamkan prinsip praktis “Saring Sebelum Sharing” agar masyarakat tidak tergesa-gesa dalam membagikan suatu informasi.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan pemaparan materi terakhir sekaligus sesi kuis berhadiah yang dipandu oleh Riri. Sebagai penutup rangkaian acara, mahasiswa dan seluruh ibu-ibu PKK Rt 04 Rw 03 melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat di tingkat akar rumput semakin tangguh secara digital dan tidak mudah termakan berita bohong.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































