BINTAN – Komitmen untuk terus menghidupkan marwah pencak silat melalui jalur prestasi kembali dibuktikan oleh Terate Sport Academy (TSA) PSHT Sri Bintan. Di tengah berbagai tantangan dan minimnya atensi serta dukungan dari lingkungan sekitar, akademi yang berada di bawah naungan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ini tetap melangkah mantap dan berhasil mengirimkan perwakilan terbaiknya ke ajang bergengsi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat provinsi untuk cabang olahraga pencak silat.
Pada gelaran kali ini, Terate Sport Academy resmi mengutus Muhammad Adilo Brema, seorang pesilat muda berbakat yang akan turun bertanding di Kelas G Remaja Putra. Keikutsertaan Adilo dalam ajang ini bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan sebuah simbol daya juang tinggi dari sebuah organisasi yang menolak tunduk pada keterbatasan.
Perjuangan Mandiri dan Kritik Terhadap Ekosistem Organisasi
Ketua Terate Sport Academy PSHT Sri Bintan, Widya Atmania, menegaskan bahwa keberangkatan atlet kali ini didorong penuh oleh semangat swadaya dan dedikasi kolektif internal organisasi. Ia menyayangkan masih minimnya kepekaan dan dukungan nyata dari organisasi terkait maupun pihak-pihak yang seharusnya menjadi penyokong utama dalam pengembangan bakat generasi muda.
”Kami terus berpartisipasi dan fokus mengembangkan organisasi PSHT melalui jalur prestasi. Meskipun harus berjuang dengan keterbatasan dukungan dari lingkungan luar, api semangat kami tidak akan padam. Prestasi atlet adalah prioritas yang harus tetap berjalan,” ujar Widya Atmania.
Pihak manajemen TSA juga memberikan kritik terbuka yang menohok terhadap sikap pasif dari ekosistem organisasi luar yang seharusnya bertanggung jawab atas pembinaan ini.
”Kami sangat menyayangkan sikap acuh tak acuh dari oknum atau organisasi yang seharusnya menjadi payung pelindung dan penyokong utama bakat-bakat muda ini. Jangan sampai ketika atlet berjuang mandiri kita menutup mata, namun saat mereka pulang membawa medali, semua pihak berebut mengklaim kesuksesan tersebut. Kami butuh sinergi yang nyata sejak proses pembinaan, bukan sekadar formalitas di atas kertas,” tegas perwakilan manajemen Terate Sport Academy.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam mengenai bagaimana potensi lokal sering kali diabaikan pada fase krusial. Padahal, prestasi besar tidak pernah lahir secara instan, melainkan dari fasilitas, apresiasi, dan dukungan organisasi yang sehat sejak dini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































