Sejumlah mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Negeri Yogyakarta angkatan 2025 melaksanakan kegiatan “Edukasi Pengurangan Sampah Plastik” pada Rabu, 13 Mei 2026 di SDN Sinduadi Timur. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta poin 4 tentang pendidikan berkualitas. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 27 siswa kelas 5 dengan suasana yang menyenangkan dan santai sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman dan antusias.
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa bertujuan meningkatkan kesadaran siswa sejak dini mengenai pentingnya mengurangi penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi dilakukan melalui penyampaian materi interaktif, sesi tanya jawab, permainan edukatif, dan praktik memilah sampah agar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, tim mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif mengenai bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Siswa diberikan pemahaman sederhana tentang dampak penggunaan plastik sekali pakai, seperti pencemaran tanah, sungai, dan laut yang dapat merusak ekosistem. Penyampaian materi dilakukan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan disertai contoh-contoh sederhana agar siswa dapat menerima informasi dengan baik serta lebih mudah mengingat materi yang disampaikan.

Kegiatan diawali dengan sesi tanya jawab mengenai seberapa jauh pengetahuan siswa tentang sampah di lingkungan sekitar. Dalam sesi tersebut, siswa diajak berdiskusi mengenai kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan penggunaan plastik serta cara sederhana menjaga kebersihan lingkungan. Interaksi berjalan lancar dan para siswa terlihat aktif menjawab pertanyaan maupun berbagi pengalaman mereka terkait penggunaan sampah plastik di rumah maupun di sekolah.
Mahasiswa juga memperkenalkan tiga jenis sampah, yaitu sampah organik, anorganik, dan B3 (bahan berbahaya dan beracun). Untuk membantu siswa memahami perbedaan ketiga jenis sampah tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan games interaktif mengenai pengelompokan sampah. Dalam permainan tersebut, siswa diminta menentukan jenis sampah berdasarkan gambar maupun contoh benda yang diberikan oleh mahasiswa.
Sebagai bentuk pembelajaran yang lebih aplikatif, tim mahasiswa menyiapkan tong sampah sederhana dari kardus yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu organik, anorganik, dan B3. Siswa kemudian diminta memasukkan berbagai gambar sampah ke dalam kategori yang sesuai secara bergantian. Kegiatan praktik ini membuat siswa lebih memahami cara memilah sampah dengan benar sekaligus melatih kepedulian mereka terhadap lingkungan sekitar.
Untuk meningkatkan semangat siswa, mahasiswa juga mengadakan sesi tanya jawab berhadiah totebag dan permen. Suasana kegiatan berlangsung menyenangkan dan santai sehingga siswa tampak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Ice breaking yang diselingkan di tengah kegiatan juga membuat siswa lebih aktif berinteraksi dan berani bertanya.

Pihak sekolah menyampaikan bahwa upaya pengelolaan sampah telah menjadi bagian dari pembiasaan di lingkungan sekolah. Kepala sekolah menjelaskan bahwa sampah yang dihasilkan tidak dibuang sembarangan, melainkan diserahkan kepada pengelola sampah yang melakukan pengangkutan secara rutin setiap pagi.
“Untuk pembuangan kita tidak sembarangan, jadi kita serahkan ke pengelola sampah yang datang setiap pagi,” ujar kepala sekolah saat diwawancarai.
Selain itu, pihak sekolah juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah telah beberapa kali dilakukan bersama siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan.
“Kalau sosialisasi malah sering. Kemarin kami bekerja sama untuk praktik pengelolaan sampah bersama anak-anak dan menyampaikan pentingnya memilah sampah,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengajak siswa untuk mulai menerapkan kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi penggunaan plastik, seperti membawa botol minum sendiri, menggunakan tempat makan yang dapat dipakai ulang, dan mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai. Mahasiswa menjelaskan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan di masa depan.
Pihak sekolah juga menekankan bahwa keberlanjutan program menjadi tantangan yang perlu dijaga bersama. Menurut kepala sekolah, konsistensi siswa dalam menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan menjadi hal yang lebih penting dibandingkan pemberian sanksi.
“Kalau membuat program mungkin mudah, tetapi yang sulit adalah menjaga agar tetap berjalan. Karena itu kami lebih mengedepankan edukasi yang konsisten,” ungkapnya.
Mahasiswa juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran lingkungan pada anak-anak semakin meningkat dari waktu ke waktu. Dengan adanya kerja sama antara mahasiswa, pihak sekolah, dan para siswa, diharapkan tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya SDGs 12 dan SDGs 4 dapat tercapai secara lebih nyata melalui tindakan sederhana yang dimulai sejak usia dini.
Dokumentasi Kegiatan:
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































