Mahasiswa IAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Mengadakan penelitian Di KSPPS BMT NU Jatim Cabang Geger tentang Peran Ekonomi Syariah
Bangkalan– Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Hukum dan Syariah, Institut Agama Islam Syaichona Moh. Cholil Bangkalan melaksanakan penelitian di KSPPS BMT NU Jawa Timur Cabang Geger pada Senin (4/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Operasional Perbankan Syariah yang dibimbing oleh A. Taufiq Buhari M.EI.

Penelitian ini dilakukan oleh tiga mahasiswa, yakni M. Yunus Agustin, Mohammad Fikri Fahmi, dan Choirul Anam. Mereka mewawancarai Rizal Bawasier S.E, selaku Ketua BMT NU Cabang Geger sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai produk, layanan, serta peran lembaga keuangan mikro syariah dalam mendorong pembangunan ekonomi umat. Dalam pemaparannya, Rizal Bawasier menjelaskan bahwa BMT NU hadir sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama dan berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.
Menurutnya, lahirnya BMT NU di Jawa Timur dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki semangat kerja tinggi namun belum diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan yang optimal. Oleh karena itu, BMT NU hadir sebagai solusi intermediasi keuangan syariah yang mudah diakses oleh masyarakat akar rumput.
Dalam operasionalnya, BMT NU menjalankan fungsi pembiayaan produktif dan pengelolaan dana sosial berdasarkan prinsip muamalah syariah. Beberapa akad yang diterapkan antara lain murabahah (jual beli), mudharabah (bagi hasil), serta rahn (gadai syariah). Selain itu, lembaga ini juga mengelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Visi dan Misi
BMT NU Jawa Timur memiliki visi menjadi lembaga keuangan mikro syariah yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi umat secara berkelanjutan, adil, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Adapun misinya meliputi pengembangan jaringan kantor hingga mencapai 128 cabang dengan target aset Rp1,8 triliun pada tahun 2028, memperkuat budaya kerja yang amanah dan profesional, meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, memperkuat ekonomi antar anggota, serta mengoptimalkan pengelolaan dana sosial berbasis syariah.
Produk dan Layanan Unggulan
Dalam sesi wawancara, Rizal Bawasier juga memaparkan berbagai produk unggulan yang dimiliki BMT NU Cabang Geger.
Pada sektor pembiayaan, terdapat program LASISMA (Layanan Berbasis Jamaah) yang menyediakan pembiayaan tanpa jaminan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui sistem kelompok. Selain itu, terdapat produk “Multi Guna Berkah” dengan akad rahn yang memungkinkan anggota memperoleh pembiayaan secara cepat dengan jaminan barang berharga.
BMT NU juga menawarkan produk Cinta Emas, yaitu pembiayaan investasi emas berbasis akad murabahah atau bai’ bitsamanil ajil dengan sistem angsuran hingga 36 bulan.
Sementara di bidang simpanan, tersedia produk TABAH (Tabungan Mudharabah), SAJADAH (Simpanan Berjangka Wadi’ah Berhadiah), dan SAHARA (Simpanan Haji dan Umrah). Produk-produk tersebut mengedepankan prinsip syariah, sistem bagi hasil yang adil, bebas riba, serta tanpa biaya administrasi bulanan.
Untuk mendukung layanan digital, anggota juga dapat memanfaatkan aplikasi BMT NU-Q yang menyediakan berbagai fitur transaksi seperti cek saldo, transfer antar cabang, pembayaran, dan layanan keuangan digital lainnya.
Peran Sosial dan Ekonomi Umat
Selain berperan sebagai lembaga keuangan, BMT NU juga menjalankan fungsi sosial melalui unit Baitul Maal. Dalam pelaksanaannya, BMT NU bersinergi dengan LAZISNU untuk mengelola dana ZISWAF yang disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program sosial yang dijalankan meliputi pembiayaan tanpa bunga melalui skema Qardhul Hasan, bantuan bagi fakir miskin dan anak yatim, dukungan operasional bagi pondok pesantren dan madrasah, hingga pemberian beasiswa pendidikan.
Melalui berbagai program ekonomi dan sosial tersebut, BMT NU Jawa Timur diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga Nahdliyin sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi syariah.
Kegiatan wawancara ini memberikan pengalaman lapangan yang berharga bagi mahasiswa Ekonomi Syariah IAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan dalam memahami implementasi teori perbankan dan keuangan syariah secara langsung. Selain menjadi bagian dari evaluasi akademik, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan wawasan serta kompetensi mahasiswa dalam menghadapi dinamika industri keuangan syariah di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































