Saat membicarakan novel dengan latar pesantren, biasanya kita langsung teringat pada kisah cinta santri yang lugu atau cerita mengejar cita-cita. Namun, novel Dua Barista karya Najhaty Sharma tampil berbeda. Penulis berani mengangkat kisah yang lebih nyata dan menantang, yaitu kehidupan perasaan seorang perempuan di tengah kuatnya budaya patriarki dan praktik poligami.
Novel ini bukan sekadar cerita sedih tentang istri yang dimadu. Najhaty dengan sangat baik menggambarkan pergolakan batin para tokoh perempuannya. Ia tidak membuat tokohnya sekadar menjadi korban yang hanya bisa menangis dan pasrah pada nasib. Sebaliknya, pembaca justru diperlihatkan bagaimana perempuan memiliki mental yang kuat, mampu mengatur perannya di rumah, dan terus mencari ruang kebebasan di tengah aturan lingkungan yang kaku.
Pesan dalam Dua Barista sangat sesuai dengan perbincangan tentang perempuan di masa kini. Di saat banyak narasi di media sosial yang seolah membenarkan pembatasan ruang gerak perempuan dengan alasan kepatuhan beragama, novel ini hadir sebagai penyeimbang. Penulis ingin menunjukkan bahwa di balik ketaatan yang sering dibanggakan, ada luka batin perempuan yang sering kali dituntut untuk selalu maklum dan mengalah.
Kelebihan utama dari novel ini adalah cara berceritanya yang jujur namun tetap adil. Karena ditulis oleh seseorang yang paham dunia pesantren dari dalam, Dua Barista tidak menyerang atau menjelek-jelekkan institusi pesantren itu sendiri. Akan tetapi, penulis juga tidak menutup mata terhadap ketidakadilan bagi perempuan yang kadang masih terjadi di sana. Kritik ini disampaikan dengan bahasa yang halus dan sopan, sehingga pesan baiknya tetap sampai ke hati pembaca tanpa terkesan menggurui.
Membaca Dua Barista memberi kita pengalaman untuk melihat sisi lain yang jarang disorot ke publik. Buku ini menjadi bacaan yang sangat penting bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana perempuan bertahan, menjaga pikiran yang sehat, dan berani bersikap di tengah tuntutan lingkungan yang masih banyak dikuasai oleh sudut pandang laki-laki.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































