Cerpen yang berjudul Konvensi karya dari A. Mustofa Bisri menghadirkan pergulatan antara rasionalitas, keyakinan, dan tekanan hidup. Terutama pada tokoh utama yang dikenal sebagai Martopo atau Mbah Mar , seorang guru dan juga mantan anggota dewan yang memiliki pemikiran kritis sekaligus dengan ajaran agama. Mbah Mar juga sering mengkritik masyarakat yang mempunyai kebiasaan untuk mendatangi orang-orang yang dianggap memiliki kemampuan khusus untuk keberuntungan, dan juga solusi atas persoalan kehidupan yang sangat sulit.
Mbah Mar dikenal sebagai seorang yang tegas, dan itu membuatnya dikenal sebagai sosok yang intelektual. Karena berani mempunyai pendapat yang berbeda dengan lingkungan disekitarnya. Mbah Mar juga seorang yang aktif dalam berdiskusi sosial, ia banyak menilai persoalan harus diselesaikan melalui cara-cara yang rasional. Hal itu membuat masyarakat menghormatinya, tapi tidak sedikit juga yang menganggapnya terlalu keras dalam menyikapi sesuatu. Tokoh Mbah Mar menjadi perwakilan warga yang meyakini bahwa masyarakat yang maju itu, harus didasari dengan pendidikan, logika, dan pengetahuan. Bukan hanya dengan mengandalkan hal-hal yang kebenarannya masih sulit dibuktikan atau kebenarannya masih secara rasional.
Kehidupan tidak bisa selalu berjalan sesuai dengan prinsip seseorang. Mbah Mar harus menghadapi masa kesulitan atau cobaan yang berat dalam keluarganya. Istrinya memburuk akibat tekanan psikologis yang berkelanjutan atau berkepanjangan. Dan anak-anaknya mengalami persoalan yang tidak mudah dan tidak pernah sama sekali ia bayangkan sebelumnya. Mbah Mar berusaha untuk mencari bantuan di beberapa tempat medis dan berkonsultasi dengan beberapa para ahli nya. Akan tetapi, usaha yang ia lakukan tidak kunjung membuahkan hasil.
Seseorang yang sebelumnya sangat teguh pada prinsipnya, akan berubah ketika ia mendapatkan masalah yang berat. Ketika logika tidak lagi mampu untuk memuaskan seseorang, maka akan banyak orang mencari jalan lain yang sebelumnya tidak ia percayai nya.
Kondisi ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, dengan pesatnya perkembangan teknologi dan akses informasi yang sangat luas. Banyak masyarakat saat ini yang masih mempercayai ramalan, dan pengobatan yang tidak teruji oleh medis. Cerpen Konvensi karya A. Mustofa Bisri juga mengingatkan apabila seseorang berada dalam masalah yang berat, kebutuhan harapan akan lebih mendominasi dibandingkan dengan berpikir dengan akal yang sehat untuk mengambil suatu keputusan.
Melalui tokoh Mbah Mar, penulis A. Mustofa Bisri menyampaikan kritik sosial yang mendalam terkait kehidupan manusia yang sebenarnya. Cerpen ini juga memperlihatkan ilmu pengetahuan dan tradisi saling berkaitan dalam kehidupan sehari-hari.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































