JAKARTA — Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Kristen Indonesia (UKI) sukses menggelar seminar edukatif bertajuk “Maybe We Got Lost in Translation: Keterampilan Komunikasi dalam Perbedaan Budaya”.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini diselenggarakan di ruang kelas XI-Seni Lukis 2, SMKN 58 Jakarta, pada Kamis (21/5/2026) lalu.
Seminar ini mengincar 27 siswa-siswi sebagai peserta aktif. Fokus utamanya adalah membekali remaja dengan kemampuan komunikasi interpersonal demi mencegah konflik sosial akibat perbedaan budaya.
Ketua Pelaksana PKM, Gideon Rael, menjelaskan bahwa latar belakang pemilihan tema ini didasari oleh tingginya mobilitas penduduk yang membuat lingkungan sekolah menjadi sangat multikultural.
“Jika tidak dibimbing dengan baik, perbedaan latar belakang budaya di sekolah rawan memicu stereotip negatif, prasangka, bahkan perselisihan,” ujar Gideon dalam laporannya.
Selain itu, edukasi ini penting karena para siswa SMK yang berada di usia remaja memiliki tugas perkembangan untuk menjalin hubungan baik dengan teman sebaya serta menghargai perbedaan gaya komunikasi.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa BK UKI tidak hanya memaparkan materi secara teoritis lewat media visual dan video singkat. Mereka juga mengajak siswa terlibat langsung dalam sesi diskusi kelompok interaktif.
Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membedah studi kasus nyata berjudul ”Niatnya Bercanda, tapi Menyinggung”. Lewat lembar kerja, mereka ditantang mengidentifikasi masalah komunikasi yang kerap berkedok candaan di sekolah.
Suasana kelas berjalan sangat hidup dan kondusif karena diselingi permainan edukatif seperti Ice Breaking ”Salam Lintas Daerah” serta Games ”Tebak Inisial” seputar budaya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu meningkatkan empati, menjadi pendengar yang aktif (active listening), serta menurunkan angka verbal bullying di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini dengan memberikan respons cepat dalam perizinan, meskipun tim pelaksana sempat menghadapi tantangan waktu persiapan yang sangat singkat akibat kendala komunikasi dengan mitra sebelumnya.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Konseling Multikultural, Dr. Melda Rumia Rosmery Simorangkir, M.Pd., Kons., berharap kontribusi mahasiswa sebagai agen perubahan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer
































































