Yogyakarta – Mahasiswa Pariwisata Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kampanye sosial melalui pemasangan poster bertema “Bangun Kesetaraan Gender” di lingkungan kampus sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kesetaraan gender dan pencegahan pelecehan seksual. Kegiatan ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 5: Kesetaraan Gender dan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Kampanye sosial ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masih adanya tindakan diskriminasi dan pelecehan seksual yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan maupun kehidupan sehari-hari. Melalui poster yang dipasang, mahasiswa ingin menyampaikan bahwa menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama.

Poster yang dipasang di papan informasi kampus tersebut berisi ajakan untuk menghormati setiap individu, menghentikan victim blaming, serta berani berbicara dan melaporkan tindakan pelecehan seksual. Selain itu, poster juga menjelaskan berbagai bentuk pelecehan seksual, mulai dari verbal, fisik, digital, hingga sikap yang merendahkan korban. Kampanye ini dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat kampus agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua. Poster dibuat dengan desain yang menarik dan penggunaan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh mahasiswa dari berbagai kalangan.Dalam poster tersebut juga dijelaskan bahwa pelecehan seksual tidak selalu berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ucapan, candaan, maupun perilaku yang membuat seseorang merasa tidak nyaman. Banyak tindakan yang sering dianggap sepele ternyata dapat memberikan dampak psikologis yang besar bagi korban.
Oleh karena itu, mahasiswa mengajak masyarakat kampus untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan menghargai batasan pribadi setiap individu. Edukasi seperti ini dinilai penting karena masih banyak orang yang belum memahami bentuk-bentuk pelecehan seksual secara menyeluruh. Dalam poster tersebut juga dicantumkan contoh kasus pelecehan seksual yang pernah terjadi di lingkungan pendidikan, seperti di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, yang menunjukkan bahwa kesadaran mengenai etika dan penghormatan terhadap perempuan masih perlu ditingkatkan. Contoh kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata bahwa pelecehan seksual dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi tempat aman untuk belajar dan berkembang. Mahasiswa berharap contoh kasus tersebut dapat menjadi pengingat bagi masyarakat kampus agar lebih peduli dan tidak menganggap isu pelecehan seksual sebagai hal yang biasa.Pesan utama dari kampanye ini adalah bahwa kesetaraan gender bukan tentang siapa yang lebih tinggi, tetapi tentang saling menghargai dan menciptakan ruang aman bersama.

Kesetaraan gender juga dinilai penting dalam membangun lingkungan sosial yang sehat dan harmonis, terutama di lingkungan kampus yang menjadi tempat berkumpulnya banyak individu dengan latar belakang yang berbeda. Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan menyampaikan bahwa kampanye ini bertujuan untuk membangun empati dan kepedulian di kalangan mahasiswa. “Kami ingin mengajak semua orang untuk lebih peduli terhadap isu pelecehan seksual dan berani menghentikan budaya menyalahkan korban. Lingkungan kampus harus menjadi tempat yang aman bagi semua,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa masih banyak korban pelecehan seksual yang memilih diam karena takut tidak dipercaya, dihakimi, atau bahkan disalahkan oleh lingkungan sekitar. Karena itu, mahasiswa berharap kampanye ini dapat mendorong terciptanya budaya saling mendukung dan mendengarkan korban tanpa memberikan stigma negatif.

Kegiatan kampanye ini mendapat respons positif dari beberapa mahasiswa yang melihat poster tersebut. Sebagian mahasiswa menilai bahwa edukasi mengenai kesetaraan gender dan pelecehan seksual masih sangat diperlukan di lingkungan kampus. Mereka berharap kampanye seperti ini dapat membuka wawasan mahasiswa agar lebih menghargai satu sama lain serta lebih berani mendukung korban kekerasan atau pelecehan seksual. Tidak sedikit mahasiswa yang juga mengaku baru mengetahui bahwa beberapa tindakan yang sering dianggap candaan ternyata termasuk bentuk pelecehan seksual. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap kesadaran masyarakat kampus terhadap pentingnya kesetaraan gender semakin meningkat serta mampu mendorong terciptanya budaya saling menghormati. Untuk kedepannya, kampanye serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui media edukasi lain seperti seminar, diskusi, maupun kegiatan sosial di lingkungan universitas.
Selain itu, mahasiswa juga berharap pihak kampus dapat terus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi maupun pelecehan seksual, sehingga seluruh mahasiswa dapat menjalani proses belajar dengan rasa aman dan saling menghargai satu sama lain. Kampanye sosial ini juga menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam menciptakan perubahan sosial melalui langkah sederhana namun bermakna. Dengan memanfaatkan media poster, mahasiswa berharap pesan mengenai pentingnya kesetaraan gender dapat lebih mudah dijangkau oleh masyarakat kampus dalam aktivitas sehari-hari. Pemasangan poster di area yang sering dilalui mahasiswa dipilih agar informasi yang disampaikan dapat terus terlihat dan mengingatkan masyarakat kampus untuk menjaga sikap saling menghormati. Selain sebagai media edukasi, kampanye ini juga diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk lebih berani menyampaikan pendapat dan membela korban pelecehan seksual.
Kami menilai bahwa kepedulian lingkungan sekitar sangat penting dalam membantu korban mendapatkan dukungan dan rasa aman. Mereka ingin membangun budaya kampus yang tidak menormalisasi tindakan pelecehan dalam bentuk apa pun, baik secara langsung maupun melalui media digital. Dengan adanya kesadaran bersama, diharapkan kasus-kasus pelecehan seksual dapat dicegah sejak dini. Mahasiswa juga berharap kampanye ini dapat menjadi awal bagi terciptanya diskusi yang lebih luas mengenai kesetaraan gender di lingkungan pendidikan. Menurut kami, isu kesetaraan gender bukan hanya tanggung jawab kelompok tertentu, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara mahasiswa, dosen, organisasi kampus, dan pihak universitas untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan bebas dari diskriminasi. Dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian bersama, mahasiswa berharap lingkungan kampus dapat menjadi ruang yang lebih aman, nyaman, dan mendukung bagi semua individu.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































