SUKOHARJO, 24 Mei 2026 – Gerakan Terpadu Jaringan Akar Rumput (GENTAR) secara resmi dan sukses menyelenggarakan agenda “Majelis Kebangsaan Akar Rumput 2026” pada hari Minggu (24/5). Mengusung tema strategis “Merajut Kedaulatan dari Tapak Desa: Sinergi Ketahanan Pangan, Koperasi Berdikari, dan Jaminan Sosial sebagai Fondasi Kesejahteraan Nasional,” acara ini berlangsung tertib di Pendopo Balai Desa Gedangan, Kabupaten Sukoharjo. Puncak acara ditandai dengan penyerahan secara simbolis fasilitas iuran BPJS Ketenagakerjaan gratis selama tiga bulan bagi 100 pekerja sektor informal.
Kepala Desa Gedangan, Srinoto, SP., M.Si., membuka acara dengan apresiasi tinggi. “Pemerintah Desa Gedangan merasa terhormat menjadi tuan rumah gerakan konkret ini. Sinergi antara pemuda, pekerja, dan pemerintah adalah kunci kedaulatan desa yang sebenarnya,” tegas Srinoto

Penyerahan jaminan sosial dipandu langsung oleh perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukoharjo yang turut hadir. “Kami mengapresiasi inisiatif GENTAR. Perlindungan bagi pekerja informal atau BPU ini sangat vital untuk mencegah kemiskinan baru apabila terjadi risiko kerja. Ini adalah wujud nyata gotong royong jaring pengaman sosial di tingkat desa,” jelas perwakilan BPJS Ketenagakerjaan.
Ketua Umum sekaligus Inisiator GENTAR, Muh Syahid Mubarok, menegaskan bahwa gerakan ini adalah wujud implementasi gagasan. “Kami mendeklarasikan GENTAR bukan untuk berwacana. Pembebasan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 100 pekerja akar rumput hari ini adalah bukti bahwa kedaulatan dan perlindungan masyarakat bisa dimulai secara mandiri dari desa,” ungkap Syahid.
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, SE., yang hadir sebagai Keynote Speaker, memberikan dukungan penuh terhadap langkah GENTAR. “Inisiatif akar rumput seperti ini sangat selaras dengan program strategis pemerintah daerah.
Membangun kemandirian pangan dan koperasi desa sembari memberikan proteksi sosial kepada pekerja bawah adalah fondasi fundamental untuk mewujudkan Sukoharjo yang lebih makmur,” ujar Eko Sapto dalam arahannya.

Dari sudut pandang akademis, Dr. KRA. Suratno Pradotodingrat selaku Akademisi Universitas Duta Bangsa Surakarta memaparkan urgensi penguatan ekonomi kerakyatan. “Koperasi harus dikembalikan pada khitahnya sebagai urat nadi ekonomi desa. Tanpa kelembagaan ekonomi lokal yang kuat, masyarakat tapak akan terus rentan terhadap guncangan ekonomi global,” urai Suratno dalam sesi dialog.
Sesi diskusi panel yang berjalan interaktif ini dipandu dengan lugas oleh Arif Dehan Ramadhan. Selaku Moderator dan pegiat Citizen Journalism, ia menyoroti antusiasme warga. “Kehadiran dan keaktifan para peserta, yang didominasi petani dan buruh lepas, membuktikan bahwa literasi mengenai hak jaminan sosial dan kemandirian ekonomi sudah mulai tumbuh subur di tingkat desa,” kata Arif.
Kegiatan Majelis Kebangsaan ini ditutup dengan pembacaan Deklarasi GENTAR, mengukuhkan komitmen para relawan untuk terus mengawal isu ketahanan pangan, koperasi, dan perlindungan sosial di akar rumput.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































