Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk Jakarta yang identik dengan ritme kerja cepat dan tekanan profesionalisme tinggi, hadir sebuah kisah inspiratif dari dunia hukum dan pendidikan Al-Qur’an.
Sosok di balik berdirinya elTAHFIDH Indonesia, lembaga yang bergerak dalam pembinaan dan pencetakan generasi penghafal Al-Qur’an, ternyata merupakan seorang profesional aktif di bidang hukum yang sehari-hari berkiprah sebagai Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Jakarta, yakni Dr. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn.
Dunia kenotariatan yang lekat dengan dokumen hukum, tumpukan berkas, serta tanggung jawab administratif yang padat rupanya tidak menghalangi langkahnya untuk terus berdakwah dan membangun generasi Qur’ani.
Bagi sebagian orang, profesi Notaris dan PPAT di ibu kota sudah cukup menyita hampir seluruh waktu dan energi. Namun Founder dan CEO elTAHFIDH Indonesia, Dr. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn., membuktikan bahwa kesibukan profesional bukan alasan untuk berhenti memberi manfaat bagi umat.

Dengan disiplin waktu dan visi yang kuat, ia mampu menjalankan dua amanah besar secara beriringan.
Di satu sisi, ia aktif memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat melalui profesi kenotariatan. Di sisi lain, ia terus membangun sistem pendidikan Al-Qur’an, membina santri, dan mengembangkan elTAHFIDH Indonesia agar mampu melahirkan generasi penghafal Quran yang tidak hanya hafal ayat, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.
Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak profesional muda bahwa kesuksesan karier tidak harus mengorbankan kontribusi sosial maupun spiritual.
Justru pengalaman dan kedisiplinan di dunia profesional dinilai menjadi modal penting dalam membangun lembaga pendidikan yang tertata, transparan, dan memiliki tata kelola yang baik.
Saat ditanya mengenai bagaimana dirinya membagi waktu di tengah padatnya aktivitas sebagai Notaris dan PPAT di Jakarta, Dr. Jhon Edy Rahman, S.H., M.Kn. menyampaikan pesan sederhana namun mendalam.
“Jangan sampai kesibukan mengejar karier membuat kita jauh dari Al-Quran. Menjadi profesional yang sibuk bukan alasan untuk meninggalkan kontribusi bagi umat. Justru dari Al-Quran saya mendapatkan ketenangan, energi, dan keberkahan untuk menjalani berbagai urusan hukum dan pekerjaan setiap hari.”

Melalui elTAHFIDH Indonesia, ia berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan akhlak.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa setinggi apa pun karier seseorang di dunia, pengabdian kepada Al-Qur’an dan kontribusi bagi umat tetap menjadi panggilan mulia yang tak ternilai harganya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































