SUKOHARJO, 24 Mei 2026 – Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia (YAKABI) resmi memulai rangkaian aksi nyata pelestarian lingkungan yang inklusif melalui penyelenggaraan Workshop Pengumpulan dan Pemilahan Limbah. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini sukses digelar pada Sabtu sore (23/5/2026) di Sanggar Inklusi Permata Hati, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.
Workshop ini merupakan fase krusial pertama dari implementasi program kolosal bertajuk Pemanfaatan Limbah Kertas Menjadi Topeng Wayang Bernilai Ekonomi bagi Pemuda Disabilitas di Kabupaten Sukoharjo. Program kerakyatan yang memadukan semangat ekologis dan pemberdayaan ekonomi kaum rentan ini mendapat dukungan penuh melalui skema pendanaan Forestry and Other Land Use Norway\’s Contribution 4 yang dikelola secara resmi oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia (YAKABI), Fadhel Moubharok Ibni Faisal, menyampaikan bahwa pengelolaan limbah kertas tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia menegaskan bahwa langkah awal pemilahan adalah kunci penentu kualitas produk daur ulang yang akan dihasilkan pada tahap selanjutnya.
Hari ini kita menyaksikan semangat yang luar biasa dari teman-teman pemuda disabilitas. Melalui dukungan BPDLH Kementerian Kehutanan Republik Indonesia pada inisiatif Forestry and Other Land Use Norway\’s Contribution 4, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan adalah hak dan tanggung jawab semua orang tanpa terkecuali. Limbah kertas yang selama ini menjadi beban ekologi, mulai hari ini kita pelajari cara menaklukkannya untuk diubah menjadi instrumen kemandirian ekonomi. Jika pemilahannya tepat, maka kualitas topeng wayang yang dihasilkan nanti akan bernilai seni dan berdaya jual tinggi, ungkap Fadhel dalam sambutannya.
Untuk memastikan materi tersampaikan dengan aplikatif, YAKABI secara khusus menghadirkan praktisi lingkungan berpengalaman, yakni Dwi Indra Wati selaku Founder Bank Sampah Warjinem Suruh Kalang. Dalam sesi pelatihannya, Dwi Indra Wati memberikan edukasi komprehensif mengenai klasifikasi jenis-jenis kertas, teknik memisahkan kertas dari material pengotor seperti plastik atau logam jilid, hingga standar kebersihan limbah yang layak untuk diolah menjadi bubur kertas (pulp) sebagai bahan baku utama topeng wayang.
Interaksi yang hangat terbangun antara narasumber dan para peserta. Dwi Indra Wati mengaku sangat takjub dengan tingkat fokus dan ketelitian para peserta saat melakukan simulasi pemilahan sampah kertas secara langsung di lokasi acara.
Banyak yang mengira memilah sampah itu pekerjaan sepele, padahal ini adalah nyawa utama dari ekonomi sirkular. Jika kita salah memilah di awal, proses daur ulangnya akan gagal. Saya sangat terharu dan bangga melihat kecekatan teman-teman pemuda disabilitas di Sukoharjo ini. Mereka memiliki tingkat ketelitian dan dedikasi yang luar biasa tinggi. Sampah di tangan mereka bukan lagi barang sisa yang kotor, melainkan lembaran baru untuk mencetak karya dan penghasilan, jelas Dwi Indra Wati di sela-sela pendampingan.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 15.00 WIB ini berjalan lancar berkat sinergi solid antar elemen masyarakat, termasuk fasilitasi tempat yang ramah difabel dari Ketua Sanggar Inklusi Permata Hati, Listri Sedyaningsih, serta dukungan tenaga relawan dari PC IPNU Sukoharjo pimpinan Aditya Yuliyanto dan Pemuda Jatisobo yang dikoordinasi oleh Ganing Widarwati.
Setelah berhasil menguasai teknik pengumpulan dan pemilahan, para peserta kini bersiap menyambut tahap selanjutnya yang lebih menantang. Pada pekan depan (30/5/2026), mereka akan terjun langsung ke tahap produksi dalam Workshop & Pelatihan Intensif Produksi Topeng Wayang Limbah Kertas bersama maestro seni topeng, Drs. Rus Hardjanto (Mbah Jantit). Rangkaian panjang ini diharapkan bermuara pada terbentuknya unit usaha mandiri yang tidak hanya memberdayakan penyandang disabilitas, tetapi juga menyumbang aksi nyata bagi penurunan emisi karbon diI ndonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































