Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia pendidikan menghadapi tantangan baru: bagaimana memanfaatkan teknologi tanpa menghilangkan esensi belajar itu sendiri. Menjawab tantangan tersebut, seorang guru Bahasa Inggris MAN 1 Yogyakarta, Deti Prasetyaningrum, S.Pd., menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) melalui tugas pembuatan Story Book digital pada materi Fractured Story untuk murid kelas X.
Dalam proyek ini, murid diminta menulis ulang dongeng klasik Hansel and Gretel dengan mengubah sebagian alur, karakter, konflik, maupun akhir cerita. Mereka bebas berkreasi menghadirkan versi cerita yang berbeda dari naskah asli, lengkap dengan kejutan atau twist yang menjadi ciri khas fractured story.
Yang menarik, murid diberi kebebasan memilih platform dan teknologi yang digunakan untuk membuat buku digital mereka. Sebagian besar memanfaatkan berbagai fitur pada Canva, termasuk Canva AI, untuk membantu proses desain, pembuatan ilustrasi, penyusunan tata letak, hingga pengembangan ide visual. Selain itu, murid juga diperbolehkan menggunakan teknologi AI lainnya sebagai alat bantu dalam proses belajar.
Meski demikian, fokus utama pembelajaran tetap berada pada kemampuan berpikir dan kreativitas murid. Teknologi hanya berfungsi sebagai pendukung, bukan pengganti proses belajar.
“Saat ini AI tidak mungkin dihindari. Karena itu, yang lebih penting bukan melarang penggunaannya, tetapi mengajarkan murid bagaimana memanfaatkannya secara bijak dan produktif. AI harus menjadi alat yang membantu mereka belajar, bukan alat yang menggantikan proses berpikir mereka,” ujar Deti.
Proyek ini dirancang untuk mengembangkan berbagai kompetensi berbahasa Inggris secara terpadu. Sebelum menulis, murid harus memahami cerita asli Hansel dan Gretel, menganalisis unsur-unsur pembangunnya, kemudian menyusun kembali cerita dengan ide dan sudut pandang yang berbeda.
Melalui proses tersebut, murid tidak hanya belajar menulis cerita. Mereka juga dituntut memperkaya kosakata, menerapkan tata bahasa (grammar) secara tepat, mengembangkan kemampuan menulis (writing skill), serta menyajikan hasil karya dalam bentuk buku digital yang menarik secara visual.
Kebebasan dalam menentukan jumlah halaman dan desain membuat setiap murid menghasilkan karya yang unik. Karena tugas dikerjakan secara mandiri di luar jam pembelajaran, murid juga dituntut mampu mengatur waktu, merencanakan pekerjaan, dan menyelesaikan proyek secara bertanggung jawab.
Pendekatan semacam ini sejalan dengan konsep deep learning yang saat ini menjadi salah satu fokus dalam transformasi pendidikan. Deep learning tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga mendorong murid untuk memahami konsep secara mendalam, menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman, serta menghasilkan karya yang menunjukkan pemahaman mereka.

Dalam proyek fractured story ini, murid tidak berhenti pada tahap memahami cerita. Mereka harus menganalisis struktur cerita, mengevaluasi bagian yang akan diubah, lalu menciptakan cerita baru yang tetap logis dan menarik. Proses tersebut melibatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills) yang mencakup analisis, evaluasi, dan kreasi.
Selain mendukung deep learning, proyek ini juga mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan di masa depan. Kreativitas tampak ketika murid menciptakan alur dan karakter baru. Berpikir kritis muncul saat mereka mempertimbangkan dampak setiap perubahan terhadap jalannya cerita. Literasi digital berkembang melalui pemanfaatan Canva, Canva AI, dan berbagai teknologi pendukung lainnya. Sementara kemampuan komunikasi diasah melalui penyusunan cerita dalam bahasa Inggris yang baik dan efektif.
Tak kalah penting, proyek ini juga melatih kemampuan self-directed learning atau belajar mandiri. Murid harus mengelola proses belajarnya sendiri, mencari solusi ketika mengalami kesulitan, serta mengambil berbagai keputusan selama pengerjaan proyek.
Antusiasme murid terhadap tugas ini pun terlihat jelas. Salah satunya datang dari Amira Faqiha Kiasatina, murid kelas XD. Baginya, proyek tersebut menjadi pengalaman belajar yang sangat menyenangkan karena sesuai dengan minatnya dalam dunia cerita.
“I personally love this task and this topic so much. I love storytelling in front of the class, I love analyzing stories, I love making fractured story,” ungkap Amira.
Menurutnya, tantangan terbesar sekaligus bagian yang paling menarik adalah ketika ia harus memastikan penggunaan tenses yang tepat dalam setiap bagian cerita. Dengan demikian, tugas ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga memperkuat pemahaman tata bahasa Inggris yang selama ini dipelajari di kelas.
Hasil akhir proyek menunjukkan capaian yang menggembirakan. Banyak Story Book yang dibuat murid tampil dengan desain profesional, ilustrasi menarik, serta alur cerita yang kreatif dan tidak terduga. Dari sisi kebahasaan, karya-karya tersebut juga menunjukkan perkembangan dalam penggunaan kosakata, struktur kalimat, dan kemampuan menyusun narasi dalam bahasa Inggris.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa teknologi dan kreativitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Ketika dirancang dengan tujuan pembelajaran yang jelas, pemanfaatan AI dan Canva AI justru dapat memperkaya proses belajar serta membuka ruang yang lebih luas bagi murid untuk bereksplorasi.
Pada akhirnya, pendidikan tidak lagi cukup hanya membekali murid dengan pengetahuan. Sekolah juga perlu mempersiapkan mereka untuk hidup di era yang sarat teknologi. Melalui pembelajaran yang memadukan kreativitas, literasi digital, dan pemikiran kritis, murid tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga belajar menjadi pencipta karya yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab.
Penulis: Deti Prasetyaningrum, S.Pd (Guru MAN 1 Yogyakarta)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































