Pekalongan – Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Andi Tenri Abeng, meresmikan Kampung Reforma Agraria (RA) Clumprit sekaligus meluncurkan Gerakan Pemberdayaan Wakaf Produktif di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (05/06/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat reforma agraria yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Andi Tenri Abeng berharap Kampung RA dan berbagai program pemberdayaan yang dijalankan dapat terus berkembang sehingga tujuan reforma agraria untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara nyata.
Kampung RA Clumprit dikembangkan melalui pemanfaatan 173 bidang tanah wakaf produktif. Kawasan ini dirancang sebagai pusat integrasi berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penguatan sektor pertanian, peningkatan akses permodalan, pengembangan kapasitas masyarakat, hingga perluasan akses pasar.
Menurut Andi Tenri Abeng, program tersebut menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat dioptimalkan menjadi aset yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setelah dilakukan penataan aset dan akses secara terintegrasi.
Ia juga menjelaskan bahwa Kampung RA Clumprit merupakan Kampung Reforma Agraria ke-177 yang telah dibentuk di Indonesia. Atas capaian tersebut, ia mengapresiasi sinergi Pemerintah Kota Pekalongan, Kantor Pertanahan Kota Pekalongan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekalongan, Joko Wiyono, mengatakan bahwa Kampung RA Clumprit di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, merupakan bagian dari upaya penataan kawasan yang selama ini menghadapi persoalan banjir rob dan permukiman kumuh. Program ini juga mendukung target Kota Pekalongan sebagai Kota Wakaf Produktif pada tahun 2027.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, diserahkan pula lima sertipikat tanah wakaf kepada masyarakat Kota Pekalongan guna memperkuat kepastian hukum aset wakaf. Acara kemudian ditutup dengan kegiatan penanaman padi biosalin dan berbagai tanaman penghijauan sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Pemberdayaan Tanah Masyarakat Freddy A. Kolintama, Ketua DPRD Kota Pekalongan Mohamad Azmi Basyir, Kepala Pusat Studi Pengembangan Pertanian dan Pedesaan IPB Ivanovich Agusta, jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekalongan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































