Persoalan sampah masih menjadi tantangan di berbagai lingkungan, termasuk sekolah. Sampah yang tidak dipilah sejak awal menyebabkan penumpukan sampah dan proses pengelolaan menjadi kurang efektif, sementara limbah plastik yang menumpuk membutuhkan ruang penyimpanan yang besar dan berpotensi mencemari lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan kesadaran individu, tetapi juga memerlukan dukungan teknologi yang sederhana, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Teknologi tepat guna menjadi solusi yang dapat diterapkan untuk menjawab permasalahan tersebut. Berbeda dengan teknologi yang kompleks dan membutuhkan biaya tinggi, teknologi tepat guna dirancang agar mudah dioperasikan, terjangkau, serta memberikan manfaat langsung bagi pengguna. Dalam konteks sekolah, teknologi ini tidak hanya membantu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang menanamkan kebiasaan peduli lingkungan kepada peserta didik.
Penerapan alat pemilah sampah dan alat pres botol plastik di SLB Muhammadiyah Golokan merupakan contoh nyata pemanfaatan teknologi tepat guna dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif. Sebelum alat dikembangkan, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya terlebih dahulu melakukan observasi dan wawancara dengan pihak sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan yang ada. Hasil observasi menunjukkan bahwa sampah di sekolah belum dipilah berdasarkan jenisnya, sedangkan botol plastik bekas masih disimpan dalam kondisi utuh sehingga membutuhkan ruang penyimpanan yang cukup besar.
Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa merancang alat pemilah sampah yang dapat membantu memisahkan sampah organik dan anorganik, serta alat pres botol plastik yang mampu memperkecil volume botol plastik sehingga lebih mudah disimpan maupun dikelola. Kehadiran kedua alat ini memberikan solusi yang sederhana, tetapi memiliki dampak nyata terhadap efektivitas pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.
Namun, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari keberadaan alat, melainkan juga dari bagaimana alat tersebut dimanfaatkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian tidak berhenti pada penyerahan alat, tetapi juga disertai edukasi mengenai pentingnya pemilahan sampah, demonstrasi penggunaan alat, serta pendampingan kepada guru dan siswa. Pendekatan ini menjadi langkah penting untuk membangun budaya peduli lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga menjadi wujud pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang dilaksanakan di bawah pendampingan Dosen Pendamping Lapangan, Naufal Abdillah, S.Kom., M.Kom. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, penerapan teknologi sederhana ini menunjukkan bahwa inovasi yang tepat guna mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih bersih, sehat, aman, dan inklusif.
Program tersebut juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab persoalan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa tidak hanya mengembangkan inovasi sebagai bagian dari pembelajaran akademik, tetapi juga menghadirkan solusi yang lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat.
Pada akhirnya, pengelolaan sampah yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, tetapi juga pada komitmen seluruh warga sekolah untuk memanfaatkannya secara konsisten. Kehadiran alat pemilah sampah dan alat pres botol plastik di SLB Muhammadiyah Golokan menjadi langkah awal yang positif dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih bersih, tertata, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Inovasi sederhana seperti ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menerapkan teknologi tepat guna sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Oleh: Kelvin Mukti Mawarda, Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































