Melinda Yanti Pandiangan, yang lebih dikenal sebagai im’kanaya, kini menjadi salah satu content creator gaming yang diperhitungkan di platform media sosial. Perjalanan Melinda ke dunia konten bermula pada 2022 ketika ia merantau ke Jakarta Barat, Cengkareng, setelah dijanjikan pekerjaan oleh kekasih yang dikenalnya secara online. Namun, harapan pekerjaan itu tidak terealisasi; Melinda justru menghadapi penolakan dari keluarga pasangan dan terpaksa tinggal di kos khusus perempuan tanpa kenalan di kota besar.
Kondisi itu membuat Melinda sempat terpuruk, namun titik balik datang ketika ia menonton siaran langsung game di TikTok dan menyadari ada potensi penghasilan dari live streaming. Ia pun mencoba melakukan live game dan mendapat respons positif dari penonton. Dari sana, Melinda fokus mengembangkan channel gaming-nya; penonton yang awalnya sedikit berkembang pesat seiring konsistensi dan gaya penyampaian yang menarik.
Perjalanan tidak selalu mulus: persaingan ketat dan dinamika komunitas digital membuat Melinda sempat galau karena praktik saling menjatuhkan antar kreator. Untuk mengatasi hal itu, ia menjajaki berbagai strategi monetisasi selain hanya mengandalkan jumlah penonton, termasuk mengejar pertumbuhan pengikut dan membangun hubungan dengan audiens yang loyal. Tujuannya sederhana namun ambisius: mencapai satu juta pengikut agar peluang profesional semakin terbuka.
Strategi Melinda membuahkan hasil. Pada 2025, ketika akun im’kanaya telah menembus angka 500 ribu pengikut, ia mulai menerima banyak tawaran endorse dari sejumlah agency. Dari situ Melinda mengetahui bahwa pendapatan kreator seringkali datang dari endorsement, bukan gaji langsung dari platform. Setelah mencapai tanda satu juta pengikut, ia juga mendapat akses ke event-event berbayar yang diselenggarakan platform, menambah sumber pendapatan dan eksposurnya di industri gaming.
Kini, Melinda terus mengembangkan konten gaming dengan kombinasi live streaming, kolaborasi, dan partisipasi dalam event resmi. Ia menjadi contoh kreator yang bangkit dari situasi sulit melalui kreativitas dan ketekunan. Sebagai kreator berusia 24 tahun asal Pekanbaru, Melinda berharap bisa menginspirasi calon pembuat konten lain, khususnya perempuan, untuk berani memasuki ranah gaming yang selama ini didominasi pria.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































