AMBARAWA – Perkembangan teknologi digital turut mengubah cara masyarakat melakukan transaksi. Melihat peluang tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang menghadirkan program “Gerakan UMKM Go Digital melalui QRIS” bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Alun-Alun Ambarawa, Kabupaten Semarang, Selasa (18/8/2026).
Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk mendorong pelaku UMKM agar mulai memanfaatkan teknologi dalam aktivitas usahanya. Pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) diperkenalkan sebagai alternatif transaksi non-tunai yang dinilai dapat memberikan kemudahan, baik bagi penjual maupun pelanggan.
Kegiatan dilaksanakan di salah satu warung makan yang berada di kawasan Alun-Alun Ambarawa. Dalam pendampingan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan penjelasan mengenai QRIS, tetapi juga membantu pemilik usaha memahami proses pembuatan dan penggunaannya. Pendampingan dilakukan agar pelaku UMKM dapat lebih mengenal sistem pembayaran digital dan menggunakannya dalam transaksi sehari-hari.
Bagi pelaku UMKM, kehadiran metode pembayaran digital menjadi salah satu pilihan untuk mengikuti perubahan kebiasaan konsumen. Pelanggan yang terbiasa melakukan pembayaran secara non-tunai dapat bertransaksi dengan lebih praktis tanpa harus selalu menyediakan uang tunai.
Salah satu penjual yang mengikuti pendampingan mengungkapkan bahwa QRIS dapat membantu proses transaksi. Menurutnya, masih terdapat sejumlah pedagang di kawasan Alun-Alun Ambarawa yang belum menggunakan QRIS, sementara sebagian pelanggan sudah mulai menanyakan ketersediaan pembayaran melalui sistem tersebut.
“Di kawasan Alun-Alun Ambarawa masih terdapat cukup banyak pedagang yang belum menggunakan QRIS, padahal beberapa pelanggan juga sering menanyakan mengenai pembayaran melalui QRIS. Dengan adanya QRIS, transaksi menjadi lebih mudah, terutama ketika saya melakukan pembelanjaan secara daring karena saldo hasil transaksi dapat langsung masuk ke rekening sehingga lebih praktis dalam penggunaannya,” ujar salah satu penjual (aa9i Mbak Lis).
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya memperkenalkan digitalisasi bukan sebagai sesuatu yang rumit, melainkan sebagai teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas usaha. Pendampingan secara langsung juga diharapkan membantu pelaku UMKM lebih percaya diri dalam mencoba sistem pembayaran non-tunai.
Program “Gerakan UMKM Go Digital melalui QRIS” sekaligus menjadi bentuk dukungan mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang terhadap perkembangan UMKM di kawasan Alun-Alun Ambarawa. Digitalisasi transaksi dipandang dapat menjadi salah satu langkah sederhana bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan pelanggan.
Mahasiswa KKN berharap program tersebut tidak berhenti pada satu pelaku usaha, tetapi dapat mendorong semakin banyak UMKM di kawasan Alun-Alun Ambarawa untuk memanfaatkan teknologi digital. Dengan semakin dikenalnya QRIS, transaksi antara penjual dan pelanggan diharapkan menjadi lebih mudah, praktis, dan efisien.
Kehadiran QRIS di tengah aktivitas UMKM menunjukkan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan pendampingan dan pemahaman yang tepat, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk menghadirkan pilihan pembayaran yang lebih sesuai dengan perkembangan kebutuhan konsumen.
Penulis: Team Publikasi Kelompok 22 KKN UPGRIS
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































