Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira gelar razia blok hunian dan tes urine bagi Warga Binaan bersama Aparat Penegak Hukum (APH), Jumat (22/5) malam. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan nakoba, handphone, dan senjata tajam sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan Lapas jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Razia dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, bersama pejabat struktural, staf, regu pengamanan, Calon Aparatur Sipil Negara, serta personel dari Koramil 1502-01/Banda dan Polsek Banda. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memberantas peredaran narkoba dan handphone di lingkungan Pemasyarakatan.
Samad menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen jajaran Pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan bersih dari peredaran narkoba maupun barang terlarang lainnya.
”Razia dan tes urine ini merupakan langkah preventif serta bentuk keseriusan kami dalam menjaga kamtib di Lapas, khususnya jelang Hari Raya Idul Adha. Kami terus memperkuat sinergi bersama Koramil dan Polsek untuk memastikan lingkungan Pemasyarakatan tetap kondusif,” tegasnya.
Senada, Kapolsek Banda, Iptu Muslim Noh Renuf, melalui Bripka Novi M. Achmad, mengatakan sinergi antarinstansi menjadi langkah penting dalam menjaga kamtib di lingkungan Pemasyarakatan.
”Kami mendukung penuh langkah preventif dan pengawasan yang dilakukan pihak Lapas. Sinergi seperti ini penting untuk mencegah masuknya barang terlarang dan menjaga situasi tetap kondusif,” ujarnya.
Dalam razia tersebut, tim gabungan menyasar sejumlah titik aktivitas Warga Binaan, seperti kamar hunian, dapur dan tempat ibadah. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan narkoba dan handphone namun mengamankan sejumlah barang yang berpotensi disalahgunakan dan memicu gangguan kamtib, diantaranya korek api, silet, pena, pecahan kaca yang dijadikan cermin, kacamata, isian cutter, peniti, alat cukur kumis dan jenggot, pensil, paku, dan senar pancing.
Selain razia, tim medis lapas Bandanaira juga melakukan tes urine terhadap 10 Warga Binaan yang dipilih secara acak untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkoba. Hasilnya, semua sampel dinyatakan negatif narkoba.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bandanaira kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, profesional, dan berintegritas. Sinergi bersama APH diharapkan terus terjalin guna menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. (Humas/LT)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





























































