Di tengah derasnya arus teknologi informasi, dunia dakwah kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sekaligus peluang yang tidak terbatas. Globalisasi telah menciptakan realitas baru di mana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diibaratkan seperti pisau bermata dua; memberikan manfaat bagi kehidupan namun juga berisiko membawa laknat dan kesengsaraan jika tidak dikelola dengan tepat. Fenomena ini menuntut adanya transformasi dalam manajemen dakwah agar pesan-pesan Islam tetap relevan dan mampu menyentuh realitas kehidupan masyarakat modern.
Manajemen dakwah saat ini memegang peranan vital sebagai pengaturan sistematis yang dimulai dari perencanaan hingga akhir kegiatan dakwah untuk mencapai hasil yang optimal. Seorang da’i tidak lagi cukup hanya menguasai ilmu agama secara mendalam, tetapi juga harus memiliki kecerdasan dalam berdakwah dengan menjadi kreatif dan bijak dalam menggunakan media teknologi informasi. Pemanfaatan platform digital seperti blog, media sosial, hingga YouTube menjadi mutlak untuk dilakukan guna mendukung dakwah di dunia nyata yang sering kali terikat oleh keterbatasan ruang dan waktu.
Dalam memetakan langkah strategis ke depan, analisis SWOT menjadi instrumen penting untuk melihat kondisi objektif dakwah. Secara internal, kekuatan dakwah Islam di Indonesia didukung oleh mayoritas penduduk yang beragama Islam serta eksistensi organisasi keagamaan yang aktif. Namun, potensi besar ini masih dibayangi oleh kelemahan mendasar seperti masalah kemiskinan, kebodohan, serta rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) yang membuat umat kurang siap menghadapi persaingan global.
Dari sisi eksternal, peluang terbuka lebar melalui jaminan konstitusi Indonesia serta kemajuan teknologi komunikasi yang memungkinkan pesan dakwah menjangkau lapisan masyarakat secara luas. Meski demikian, tantangan serius datang dari dominasi media Barat yang membawa nilai-nilai materialistik dan individualisme, serta tarik-menarik antara nilai agama dengan budaya baru yang belum tentu sejalan dengan ajaran Islam.
Keberhasilan dakwah di masa depan sangat bergantung pada profesionalisme dalam pengelolaannya. Dakwah harus diarahkan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan yang mampu mengubah pandangan hidup dan perilaku umat sesuai dengan tuntutan syariat. Dengan menyelaraskan aktivitas internal dan realitas eksternal secara kreatif dan inovatif, manajemen dakwah diharapkan dapat mewujudkan cita-cita Islam sebagai rahmatan lil’alamin yang mampu menembus batas ruang dan waktu hingga akhir zaman.
Sumber :
Wastiyah, L. J. (2020). Peran Manajemen Dakwah di Era Globalisasi (Sebuah Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantangan). Idarotuna: Jurnal Kajian Manajemen Dakwah, 3(1). https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/idarotuna/article/view/10904/5695
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































