Program pengabdian masyarakat dorong diversifikasi olahan bandeng dan pemasaran digital sederhana bagi mitra di RT 09 RW 03
Tim Media Sub Kelompok 6 KKN Untag Surabaya | Gresik, 08 Juli 2026
GRESIK — Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, selama ini dikenal sebagai salah satu sentra budidaya ikan bandeng terbesar di Jawa Timur, dengan luas tambak yang menyumbang sekitar 46 persen dari total luas tambak di provinsi tersebut. Namun potensi besar itu belum sepenuhnya terkonversi menjadi nilai ekonomi yang optimal bagi warganya, karena hasil tambak umumnya masih dijual dalam bentuk ikan segar kepada pengepul dan pasar tradisional.
Menjawab persoalan tersebut, empat mahasiswa dari Sub Kelompok 6 program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggagas program pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal melalui inovasi produk olahan bandeng. Program yang berlangsung sepanjang Juni–Juli 2026 ini menyasar Ibu Ibah, Ketua RT 09 RW 03 sekaligus pemilik tambak, sebagai mitra utama kegiatan.
“Selama ini kami hanya menjual bandeng dalam bentuk segar ke pengepul supaya cepat dapat uang. Belum pernah kepikiran untuk mengolahnya lebih lanjut jadi produk yang bisa dijual dengan harga lebih tinggi,” tutur Ibu Ibah saat ditemui di sela kegiatan pelatihan di kediamannya.
Tiga Produk Olahan Bernilai Tambah
Ketua Tim Pengusul, Lily Harliana Putri, S.A.B., M.A.B., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab dua persoalan utama mitra, yaitu minimnya inovasi pengolahan produk dan lemahnya kemampuan manajemen usaha serta pemasaran. “Mitra sebenarnya sudah punya keterampilan dasar mengolah bandeng, misalnya bandeng presto. Yang belum ada adalah inovasi produk siap saji bernilai tambah, sekaligus identitas usaha seperti merek, kemasan, dan label yang layak jual,” ujarnya.
Melalui pendampingan tim mahasiswa yang terdiri dari Syahril Afifuddin (Ilmu Komunikasi), Daniella Theresa Wou Dhena (Manajemen), Linda Afifah (Akuntansi), dan Vioreyna Firly Risnita (Psikologi), mitra dilatih membuat tiga produk olahan berbahan dasar bandeng, yaitu kekian bandeng, nugget bandeng, dan sambal bandeng. Ketiga produk ini dipilih karena mudah diproduksi dalam skala rumah tangga, menggunakan peralatan sederhana, sekaligus menjawab keluhan masyarakat soal duri ikan bandeng yang selama ini menjadi kendala konsumsi.
Kekian bandeng dibuat dari surimi ikan bandeng yang dibentuk dan digoreng dengan tekstur kenyal khas kekian. Nugget bandeng diformulasikan sebagai produk siap saji yang disukai berbagai kalangan usia, terutama anak-anak, tanpa mengurangi kandungan gizi ikan bandeng. Sementara sambal bandeng memanfaatkan daging bandeng suwir dengan bumbu khas sehingga memperpanjang masa simpan sekaligus menambah variasi konsumsi.
Dari Pelatihan Produksi hingga WhatsApp Business
Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan, mulai dari sosialisasi awal, pelatihan berbasis video edukasi pengolahan dan pengemasan, penerapan teknologi sederhana, pendampingan produksi dan pemasaran, hingga perancangan strategi keberlanjutan usaha. Salah satu langkah yang menonjol adalah pembuatan akun WhatsApp Business khusus untuk usaha Ibu Ibah, lengkap dengan katalog produk, serta pelatihan fotografi produk sederhana menggunakan kamera telepon genggam.
Mitra juga didampingi dalam pembuatan logo dan label kemasan agar produk memiliki identitas usaha yang lebih layak jual, serta diperkenalkan pada pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Tim menilai partisipasi mitra selama kegiatan berlangsung cukup tinggi, ditandai dengan keterlibatan aktif Ibu Ibah pada seluruh tahapan mulai dari sosialisasi hingga praktik produksi mandiri.
Diharapkan Berlanjut Secara Mandiri
Tim menyebut keberlanjutan program menjadi perhatian utama, mengingat masa KKN yang terbatas. Untuk itu, anggota keluarga Ibu Ibah, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital, turut dilibatkan agar usaha olahan bandeng dapat terus berjalan setelah program berakhir.
“Kami berharap program ini tidak berhenti begitu KKN selesai. Ke depan perlu ada pendampingan berkala, penguatan jaringan pemasaran, baik lokal maupun digital, serta pelibatan keluarga mitra secara berkelanjutan,” kata Lily.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat mahasiswa Untag Surabaya di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, dengan luaran yang ditargetkan mencakup produk olahan, poster, publikasi ilmiah, opini media massa, video edukasi, serta laporan kegiatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat Sub Kelompok 6 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Juni–Juli 2026.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































