Malang kembali menjadi saksi bisu lahirnya prestasi membanggakan dari seorang mahasiswi calon pendidik. Adalah Siti Nova Chusnul Khotimah, mahasiswi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Ronggolawe, yang baru saja menorehkan tinta emas di ajang akademik bergengsi tingkat nasional.
Nova sukses membawa pulang Bronze Medal atau Medali Perunggu pada ajang Hardiknas Olympiad Malang Edu Fest 2026. Berlaga di mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang perguruan tinggi, jalan yang harus ditempuh Nova menuju podium juara tentu tidaklah mudah. Apalagi, kompetisi ini digelar bertepatan dengan momen perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di mana semangat juang dan atmosfer kompetisi para mahasiswa dari seluruh penjuru negeri sedang berkobar tinggi.
Prestasi gemilang yang diraih Nova bukanlah sebuah keberuntungan semata. Ia harus melewati serangkaian seleksi ketat yang menguras tenaga dan fokus. Kompetisi ini dibagi menjadi tiga babak utama yang dirancang untuk menguji kelayakan setiap pesertanya secara menyeluruh.
Kisah perjuangan ini dimulai pada babak penyisihan yang digelar secara online pada tanggal 9 Mei 2026. Di tahap awal ini, tensi persaingan sudah terasa sangat panas. Bagaimana tidak? Nova harus memutar otak bersaing ketat dengan 220 peserta lain yang berasal dari berbagai perguruan tinggi bergengsi di seluruh penjuru Indonesia. Dari ratusan peserta yang antusias, hanya mereka yang memiliki wawasan kebahasaan yang tajam dan ketelitian tingkat tinggi yang mampu melaju ke tahap selanjutnya.
Berkat ketekunan dan penguasaannya terhadap materi Bahasa Indonesia yang mendalam, Siti berhasil lolos dari lubang jarum babak penyisihan. Ia kemudian melangkah mantap ke babak semifinal yang kembali dilangsungkan secara online pada 17 Mei 2026.
Di babak semifinal, tekanan tentu terasa semakin berat. Jumlah pesaing mengerucut drastis menjadi hanya 24 peserta terpilih. Mereka semua adalah bibit-bibit unggul dari berbagai universitas yang memiliki ambisi yang sama. Setiap peserta berlomba-lomba menunjukkan kemampuan literasi dan logika kebahasaan terbaik mereka demi memperebutkan tiket eksklusif menuju babak pamungkas.
Sekali lagi, mahasiswi PGSD ini membuktikan kualitasnya. Nova berhasil mengamankan posisinya dan masuk ke dalam jajaran 10 finalis terbaik. Babak puncak atau babak final ini menjadi klimaks dari seluruh rangkaian panjang Hardiknas Olympiad Malang Edu Fest 2026.
Berbeda dengan dua babak sebelumnya yang menuntut peserta fokus di depan layar gawai masing-masing, laga final ini digelar secara offline alias tatap muka langsung. Selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada tanggal 23 hingga 24 Mei 2026, kesepuluh finalis tersebut bertarung gagah berani di kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.
Suasana tegang, antusias, dan penuh harap bercampur menjadi satu di ruang kompetisi. Menghadapi dewan juri secara langsung serta beradu wawasan dengan sembilan finalis hebat lainnya, Nova tetap tampil tenang, percaya diri, dan meyakinkan. Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil. Pengumuman yang dinanti-nanti pun tiba, dan nama Nova Chusnul Khotimah diumumkan sebagai peraih Bronze Medal.
Pencapaian ini tentu tidak hanya menjadi sebuah kebanggaan bagi diri Nova sendiri, tetapi juga mengharumkan nama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta almamater tercintanya, Universitas PGRI Ronggolawe.
Lebih dari sekadar medali, bagi seorang mahasiswi PGSD yang kelak akan mengabdi sebagai guru sekolah dasar, prestasi di bidang Bahasa Indonesia ini memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Guru SD adalah garda terdepan dalam mengenalkan literasi, tata bahasa yang baik, dan kecintaan terhadap identitas nasional kepada anak-anak generasi penerus bangsa.
Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa Nova tidak hanya sekadar duduk di bangku kuliah untuk belajar menjadi pendidik, tetapi ia juga mematutkan diri untuk menjadi teladan yang baik bagi murid-muridnya kelak.
Kisah inspiratif Nova mengajarkan kita bahwa dengan persiapan yang matang, konsistensi, dan mental pantang menyerah, siapapun bisa bersinar terang di tingkat nasional. Semoga pencapaian manis dari mahasiswi Unirow ini bisa menjadi suntikan motivasi bagi mahasiswa-mahasiswi lain di seluruh Indonesia untuk tidak pernah ragu bermimpi dan mengejar prestasi tertinggi!
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































